Mengenal Glaukoma, Penyakit yang Sebabkan Thareq Habibie Kenakan Penutup Mata
berita
Sumber Foto : republika.co.id
14 September 2019 16:10
Watyutink.com – Rasa penasaran publik terhadap putra kedua almarhum BJ Habibie, Thareq Kemal Habibie yang selalu menggunakan penutup mata ala bajak laut akhirnya terjawab. Putra pertama Presiden RI ketiga itu, Ilham Akbar Habibie mengungkapkan adiknya sejak tiga tahun lalu terserang glaukoma. Hal itulah yang menyebabkan Thareq harus menutup mata sebelah kanannya.

Tahukah Anda, apa itu penyakit glaukoma?  

Glaukoma adalah kerusakan saraf mata akibat meningkatnya tekanan pada bola mata. Saraf mata terdiri dari sekumpulan serat saraf yang menghubungkan retina ke otak. Jika sarat ini rusak, sinyal yang dikirimkan retina ke otak akan terganggu. Akibatnya mata tidak lagi bisa melihat dengan jelas. Lama kelamaan mata benar-benar tidak bisa melihat atau buta. 

Hal itu terjadi akibat adanya gangguan pada sistem aliran cairan mata atau aqueous humour yang berfungsi menjaga bentuk mata, menyuplai kebutuhan nutrisi, dan membersihkan kotoran pada mata. Gangguan pada sistem aliran cairan ini akan menyebabkan penimbunan cairan aqueous humour dan meningkatkan tekanan pada bola mata yang dapat merusak saraf optik.

Terdapat dua jenis glaukoma, bedasarkan jenis gangguan pada sistem aliran cairan mata. Jenis pertama adalah glaukoma sudut terbuka. Glaukoma ini terjadi akibat cairan mata tersumbat sebagian. Glaukoma sudut terbuka adalah gangguan mata yang paling banyak terjadi.

Jenis kedua adalah glaukoma sudut tertutup, yakni saluran cairan aqueous humour tertutup sepenuhnya. Gangguan ini sering disebut glaukoma akut dan membutuhkan penanganan segera.

Para ahli menyebut glaukoma sebagai gangguan mata yang sulit dicegah. Itulah sebabnya kita sebaiknya menyadari gejala awal terjadinya penyakit ini. Glaukoma biasanya diawali dengan gejala gangguan penglihatan, nyeri pada mata dan sakit kepala. Selain itu terdapat lingkaran seperti pelangi ketika melihat ke arah cahaya terang.

Muncul pula sudut buta (blind spot) yakni bagian mata yang tidak bisa melihat. Lama kelamaan blind spot ini akan membesar dan menyebabkan penglihatan benar-benar hilang. Glaukoma juga ditandai dengan adanya kelainan pupil mata, seperti ukuran pupil mata kiri dan kanan yang tidak sama. Jika dipejamkan dan diraba, bola mata akan terasa lebih keras dari biasanya. Namun hal ini akan terasa jika kita terbiasa melakukannya.

Banyak hal yang bisa menjadi penyebab penyakit glukoma. Meski demikian para ahli menyebut kelainan gen sebagai penyebab utama penyakit yang juga menyerang anggota grup U2, Bono. Itulah sebabnya glaukoma disinyalir juga bisa diturunkan dari orang tua kepada anaknya.

Ada pula beberapa penyebab lain seperti cedera pada mata, baik karena benturan maupun paparan zat kimia. Selain itu infeksi parah dan peradangan pada mata serta efek samping tindakan operasi juga bisa menjadi penyebab penyakit yang diderita oleh mantan pesepakbola asal Belanda Edgar Davids ini.   

Pengobatan terhadap glaukoma wajib dilakukan untuk menghindari kebutaan. Jenis pengobatan pada penderita glaukoma juga bermacam-macam tergantung jenis dan tingkat keparahannya. Pengobatan glaukoma bisa dengan menggunakan obat tetes, terapi laser hingga tindakan operasi. (cp)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Lana Soelistianingsih, Dr., S.E., M.A.

Ekonom Universitas Indonesia, Kepala Riset/ Ekonom Samuel Aset Manajemen

FOLLOW US

Ketergantungan pada Komoditas Dikurangi, Perbanyak Industri Olahan Berbasis Komoditas             Setia Ekspor Komoditas Alam, atau Diversifikasi Ekspor?             Perlu, Optimalisasi Non Tariff Measure (NTM)             Kebijakan NTM akan Bermanfaat, Selama Tidak Berlebihan.             Sesuaikan pilihan jenis NTM dengan karakteristik produk impor             Kebijakan Mandek Terganjal Implementasi, Koordinasi, Eksekusi               Pemerintah Sibuk Urusi Poliitk             Tinjau Kembali Struktur Industri Nasional             Benahi Dulu ICOR Indonesia             Ekonomi Digital Jadi Pelengkap Saja