Mengenal Glioblastoma, Kanker Otak Ganas yang Menyerang Agung Hercules
berita
Sumber Foto : entertainment.kompas.com
28 June 2019 10:00
Watyutink.com – Beberapa saat lalu publik dikejutkan dengan kondisi pesohor Agung Santoso atau yang bisa disapa Agung Hercules. Pria yang selalu tampil dengan tubuh kekar ini dikabarkan tergolek di rumah sakit. Beberapa foto yang diunggap Mira, istri Agung di akun instagramnya menyebut pria asal Malang, Jawa Timur ini terserang penyakit glioblastoma.

Akibatnya, penampilan Agung berubah drastis. Tubuh kekar dengan otot-otot menonjolnya mendadak lenyap. Agung terlihat kurus. Rambut gondrong yang juga menjadi ciri khasnya juga hilang. Kepalanya terlihat gundul atau botak.

Tahukah Anda, apakah penyakit glioblastoma itu?

Glioblastoma atau glioblastoma multiforme (GBM) adalah salah satu jenis kanker otak yang cukup ganas. Penyakit ini juga disebut sebagai kanker otak stadium empat. WebMD, sebuah korporasi di Amerika Serikat (AS) yang fokus pada informasi seputar dunia kesehatan menyebutkan GBM yang sering menyerang orang dewasa ini sangat agresif sehingga bisa tumbuh dan menyebar dengan sangat cepat.

Masih menurut WebMD, GBM biasanya tumbuh di salah satu sisi otak dan menyebar melalui saraf penyambung atau corpus callosum ke bagian otak yang lain.Tumor ganas ini sangat jarang menyebar bagian luar otak. Selain itu GBM lebih banyak menyerang pria dibandingkan wanita. Risiko yang ditimbulkannya pun semakin besar seiring dengan bertambahnya usia.

Gejala awal serangan glioblastoma antara lain, sakit kepala atau pusing disertai kejang dan muntah. Selain itu tubuh kehilangan kesimbangan dan sempoyongan atau ataksia, otot-otot tidak terkoodinasi dan kerap mengalami gangguan mata seperti pandangan kabur serta muncul gerakan mata berirama tanpa sengaja. Kondisi mata seperti ini disebut nistagamus. Gejala awal serangan GBM dikenal dengan tumor serebellum.

Gejala selanjutnya adalah serangan yang disebut tumor lobus frontal. Akibat yang ditimbulkannya antara lain gangguan kepribadian, seperti perubahan emosional dan tingkah laku dan disintegerasi perilaku mental. Penderita GBM jadi cenderung kurang merawat diri dan kerap menggnakan bahasa sensual.

Gejala berikutnya disebut tumor sudut serebopontin. Gejalanya diawali dengan serangan pada saraf akustik yang memiliki karakteristik sama dengan gejala pada tumor otak. Penderita akan mengalami tinnitus dan vertigo diikuti gangguan saraf pendengaran yangmenyebabkan tuli.

Selain itu penderita kerap mengalami kesemutan dan gatal dibagian wajah dan lidah. Penderita GBM juga bakal mengalami kelemahan atau paralysis sebagai akibat dari pembesaran tumor yang menekan serebelum. Akibat lainnya adalah adanya gangguan pada fungsi motorik.

GBM bisa sangat sulit ditangani. Pasalnya beberapa sel dapat merespon baik pada terapi-terapi tertentu, namun beberapa bisa tak berefek sama sekali. Untuk mendiagnosis penyakit ini harus dilakukan seorang dokter dengan spesialisasi mendiagnosis dan mengobati gangguan otak. Pasien akan mendapatkan MRI atau CT Scan dan tes lain, tergantung gejala yang dialami pasien.

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa penyebab penyakit ini. Namun banyak ahli kesehatan mengindikasikan kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman tidak sehat, seperti minuman beralkohol dan makanan yang sudah terkontaminasi  bisa menjadi pemicunya. Mengonsumsi minuman energi juga bisa menjadi penyebabnya, terutama jika terlalu sering dan diminum dalam jumlah. 

Itulah sebabnya para ahli kesehatan sangat menganjurkan mengonsumsi makanan sehat guna mencegah serangan GBM. Aneka sayur dan buah seperti brokoli, tomat, bayam, apel, dan nanas. dipercaya mengandung zat yang bisa menyehatkan otak dan mencegah serangan GBM. Selain itu rutin mengonsumsi teh hijau dan ikan salmon juga dapat menjaga kesehatan otak.

Bayam dan brokoli diketahui mengandung sulforaphane, senyawa yang dapat membunuh sel tumor dan mengurangi risiko kanker. Sedangkan tomat dikenal mengandung senyawa likopen yang berfungsi sebagai zat antiinflamasi antioksidan dan mencegah pertumbuhan kanker.

Teh hijau juga dapat digunakan untuk menjaga kesehatan otak serta mencegah serangan kanker. Teh hijau dipercaya dapat mencerdaskan fungsi otak menjadi lebih baik. Sedangkan ikan salmon diketahui kaya akan lemak Omega-3 yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Ikan salmon terbukti dapat membantu melindungi tubuh terhadap kanker, termasuk kanker otak.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

FOLLOW US

Polisi Tunduk Pada Hukum             Inovasi Kebijakan yang Tidak Menjual             Kebijakan Tergantung Tujuan Awalnya             Kebaya Tak Perlu Dipertanyakan             Penggalian Nilai Budaya Dibalik Kebaya             Berkebaya Adalah Kesadaran             Penangkapan Faisol Tidak Berdasar             Lembaga Negara Bukan Pemungut Upeti!             Cost Recovery Bukan dari APBN             Blok Masela, Akankah mengulang sejarah Freeport?