Mengenal Hiperventilasi, Gangguan Napas yang Bisa Diatasi dengan Kantong Kertas
berita
Sumber Foto : hallosehat.com
01 May 2021 17:10
Watyutink.com - Pernahkah Anda tiba-tiba mengalami sesak napas atau susah bernapas. Keadaan itu biasanya terjadi saat panik, stress, atau mengalami kejadian yang merangsang emosi. Jika pernah, bisa jadi Anda mengalami hiperventilasi.

Kondisi ini tidak bisa dianggap sepele. Jika tidak mendapat penanganan tepat, hiperventilasi bisa mengakibatkan pusing bahkan sampai hilang kesadaran atau pingsan. Itulah sebabnya penderita hiperventilasi perlu memahami dan mengetahui cara-cara mengatasinya.

Tahukah Anda apa dan bagaimana hiperventilasi?

Hiperventilasi adalah kondisi saat seseroang bernapas sangat cepat atau dengan kecepatan yang tidak wajar. Akibatnya terjadi ketidak seimbangan antara oksigen yang dihirup dengan karbon dioksida yang dilepaskan. Seharusnya, antara oksigen dan karbon dioksida harus seimbang agar terjadi proses pernapasan yang baik dan seimbang.

Hiperventilasi juga dikenal dengan napas yang cepat dan dalam, nafas cepat abnormal, napas berlebihan, atau pernapasan yang cepat dan dalam.

Dikutip dari laman hallosehat.com, keseimbangan dapat terganggu jika seseorang bernapas dengan udara yang lebih kadaluwarsa daripada yang dihirup. Hal ini akan memicu pengurangan kadar karbon dioksida dalam tubuh dengan cepat. Jumlah karbon dioksida yang terlalu rendah dalam tubuh bisa menyebabkan penyepitan pembuluh darah yang memasok darah ke otak.

Berkurangnya pasokan darah ke otak seringkali disertai gejala sakit kepala dan kesemutan, terutama pada jari-jari. Dalam kondisi hiperventilasi parah, gangguan pasokan darah ke otak bisa menyebabkan pingsan. Hiperventilasi juga terkadang disertai efek bertambahnya rasa panik dan gelisah. Kondisi ini akan menyebabkan hiperventilasi menjadi semakin parah.

Para ahli kesehatan menyebut terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi hiperventilasi. Cara tersebut, adalah bernafas sambil mengerucutkan bibir mirip saat akan meniup lilin. Tarik napas dari hidung, jangan melalui mulut. Lalu, embuskan melalui celah kecil di antara bibir. Ulangi hingga merasa lebih baik.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah bernapas menggunakan bantuan kantong kertas. Cara ini cukup efektif karena udara akan terkumpul di dalam kantong dan siap dihirup kembali. Jika tidak ada kantong kertas, bisa juga menggunakan kantong plastik. Namun jika kanton plastik juga tidak ditemukan, cara lain bisa dengan  menangkupkan tangan seperti mangkuk untuk menampung udara.

Cara berikutnya adalah dengan bernapas dalam-dalam. Cara ini awalnya memang sulit lantaran hiperventilasi kerap mengakibatkan seseorang sulit bernapas. Namun bila dilakukan secara perlahan dan dalam kondisi tenang, cara ini bisa dilakukan. Coba hirup napas dalam-dalam dari hidung kemudian tahan selama 10 hingga 15 detik lalu embuskan melalui mulut.

Hal penting yang harus dilakukan saat mengalami hiperventilasi adalah tetap tenang. Mulailah melakukan cara-cara penanganan pertama pada kondiai hiperventilasi.

Selanjutnya guna mencegah hiperventilasi terulang, penting untuk selalu menjaga kondisi kesehatan, terutama organ pernapasan. Olah raga yang meningkatkan kesehatan organ pernapasan seperti senam pernapasan juga bisa membantu mencegah hiperventilasi.

Jika hiperventilasi masih berulang atau bahkan lebih parah, sebaiknya segera hubungi dokter guna mendapat perawatan medis.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF