Mengenal Kanker Darah yang Serang Ani Yudhoyono
berita
Ilustrasi merdeka.com - watyutink.com
13 February 2019 17:45
Watyutink.com - Mantan Ibu Negara, Ani Yudhoyono dikabarkan sedang dirawat di National University Hospital, Singapura. Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan istrinya menderita penyakit kanker darah. SBY pun meminta masyarakat turut mendoaakan kesembuhan bagi isterinya.

Tahukah Anda, apa itu penyakit kanker darah?

Kanker darah suatu kondisi dimana sumsum tulang akan memproduksi sel-sel darah putih secara berlebihan dan tidak dapat berfungsi dengan baik, dan secara berlebihan. Seharusnya dalam kondisi normal, sell darah putih akan berkembang secara teratur terutama saat tubuh sedang membutuhkannya untuk mengatasi infeksi yang muncul dalam tubuh.

Jumlah sel darah putih yang berlebihan dapat mengakibatkan penumpukan dalam sumsum tulang sehingga sel-sel darah yang sehat akan berkurang. Selain menumpuk, sel abnormal tersebut juga menyebar ke organ tubuh lainnya, seperti hati, limfa, paru-paru, ginjal, tulang belakang hingga ke otak.

Penyebab dasar kanker darah belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli menduga mutasi DNA dalam sel darah putih adalah penyebabnya. Selain itu faktor genetika dan lingkungan juga diperkirakan turut berperan memicu leukemia. Faktor lain yang dapat memicu leukemia adalah penderita pernah menjalani pengobatan kanker seperti kemoterapi atau radioterapi

Para ahli kesehatan mengatakan gejala kanker darah sulit dikenali. Pasalnya gejala penyakit ini tidak memiliki ciri-ciri yang khusus. Namun kita tetap harus mewaspadainya. Semakin dini pengobatan dilakukan semakin besar pula peluang kesembuhannya.

Salah satu hal yang perlu diwaspadai sebagai gejala kanker darah atau leukemia adalah jika darah sulit membeku. Kanker darah terjadi karena sel-sel kanker menyerang trombosit darah yang berguna untuk proses pembekuan darah. Hal ini yang membuat pengidap kanker darah sering mengalami perdarahan.

Pada kondisi normal, jika seseorang terluka maka darah yang keluar akan segera menggumpal dan aliran darah terhenti. Pada penderita leukemia aliran darah yang keluar dari luka akan sulit dihentikan. Darah yang keluar pun tidak berwarna merah pekat, melainkan merah muda.

Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah jika seseorang sering mengalami pendarahan dan memar. Hal ini disebabkan karena tubuh kekurangan trombosit. Rendahnya jumlah trombosit dalam tubuh mengakibatkan darah sulit membeku. Tak jarang, muncul bintik-bintik merah atau ungu yang disebut petechiae. Hal ini sebagai akibat adanya perdarahan minor di dalam kulit.

Jika seseorang sering mengalami anemia maka perlu diwaspadai sebagai gejala kanker darah. Anemia terjadi karena seseorang kekurangan sel darah merah. Oleh sebab itu, penderita leukimia umumnya mengalami anemia yang menyebabkan seseorang mengalami sesak napas, warna kulit pucat, lemah, letih, dan lesu.

Penderita kanker darah juga mudah terkena infeksi. Kanker darah terjadi akibat sel darah putih berkembang abnormal yang mengakibatkan tubuh tidak bisa melawan berbagai kuman yang menyerang. Hal ini membuat tubuh jadi rentan terkena infeksi dan sering mengalami demam.

Penderita kanker darah biasanya sering merasakan nyeri pada persendian atau di bagian tulang belakang. Rasa nyeri yang luar biasa bahkan membuat penderita mengalami demam tinggi. Selain nyeri di bagian sendi dan tulang belakang, pasien juga sering merasakan nyeri di bagian perut akibat organ hati atau limpa mengalami pembengkakan.

Gejala lain yang sering dialami penderita leukemia adalah sering mimisan, peradangan gusi, mual, demam, menggigil, sakit kepala, nafsu makan menurun, penurunan berat badan secara drastis, muncul darah dalam tinja atau muntah, dan keringat berlebih di malam hari. Pada wanita, kanker darah juga sering menyebabkan haid dengan volume darah yang berlebihan.

Jika Anda ataupun orang terdekat Anda mengalami gejala-gejala diatas, sebaiknya segera ke dokter. Ingat, jika bisa ditangani sejak dini maka kemungkinan sembuh akan lebih besar.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

M. Rizal Taufikurahman, Dr.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-1)             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-2)             Perlu Revisi Undang-Undang dan Peningkatan SDM Perikanan di Daerah             Antisipasi Lewat Bauran Kebijakan Fiskal – Moneter             Perkuat Industri Karet, Furnitur, Elektronik Hadapi Resesi             Skala Krisis Mendatang Lebih Besar dari 1998