Mengenal Lebih Dekat Kanker Nesofaring
berita
Istimewa
23 May 2019 17:10
Watyutink.com - Kanker atau biasa disebut tumor merupakan penyakit yang disebabkan oleh ketidakteraturan perjalanan hormon yang mengakibatkan tumbuhnya daging pada jaringan tubuh yang normal. Secara medis tumor dibedakan menjadi 2 golongan, yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Kanker merupakan istilah medis untuk menyebut kangker ganas.

Menurut data yang dirilis oleh International Agency For Research On Cancer, organisasi kesehatan dunia – WHO, tahun 2018 mengestimasi terdapat 18,1 juta kasus kanker baru dan 9,6 juta kematian. Serangan kanker yang massif ini membuat WHO memprediksi kanker bakal menjadi pembunuh no 1 di dunia pada akhir abad ini. Bertambahnya usia menyebabkan resiko terserang penyakit kanker sermakin meningkat.

Salah satu jenis kanker yang masih jarang didengar adalah kangker nesofaring. Di RS Cipto Mangunkusumo, dari 100 persen penyakit yang menyerang leher hingga kepala, 28,35 persen merupakan kanker nesofaring. Hal tersebut disampaikan oleh Fikry Hamdan Yasin, dokter spesialis Telinga, Hidung dan Tenggorokan (THT) RS Cipto Magunkusumo.

Tahukah Anda, apa itu kanker nesofaring?

Kanker nesofaring biasa disebut kanker hidung. Kanker ini terjadi pada daerah nesofaring dan sangat mudah menyebar ke daerah mata, telinga, kelenjar leher, dan otak. Kanker ini berasal dari sel epitel nesofaring di rongga belakang hidung dan belakang langit-langit rongga mulut. Letaknya yang tersembunyi menyebabkan kanker ini terlambat dideteksi.

Di Indonesia, kanker nesofaring menduduki peringkat ke-4 terbanyak setelah kanker payudara, kanker leher rahim, dan kanker paru-paru. Tidak seperti kanker lainnya, kanker ini baru menunjukan gejala pada stadium-stadium akhir. Kanker ini biasanya diderita oleh laki-laki. Persentase  untuk bertahan hidup bagi penderita kanker ini dalam 5 tahun, yaitu pada stadium l (76 persen), stadium ll (50 persen), stadium lll (38 persen), stadium lV (16,4 persen).

Apakah yang menyebabkan penyakit kanker nesofaring?

Belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan kanker nesofaring. Fakor-faktor yang menyebabkan kanker ini anatara lain terinfeksi Virus Epstein-Bar (VEB), faktor genetik, diet tidak sehat, lingkungan kotor, dan kebiasaan merokok. Akan tetapi dapat dipastikan semua pasien kanker nesofaring terinfeksi Virus Epstein-Bar (VEB). 

Bagaimana gejala kanker nesofaring?

Kanker nesofaring pada stadium awal sering tidak terdeteksi. Letaknya yang tersembunyi membuat sulit untuk dideteksi. Kebanyakan kanker nesofaring diketahui saat stadium sudah lanjut.

Menurut Budianto Komari, Sp. THT dari KSMF THT RS Kanker Dharmais, gejala awal kanker nesofaring sama seperti gejala penyakit flu yang dianggap biasa dan diabaikan begitu saja. Sedangkan menurut Ahli Onkologi kepala dan leher Profesor Zhang Feng dari Modern Cancer Hospital Guangzhou China, 68-80 persen pasien kanker nesofaring mengalami pembekakan di area leher dan sakit kepala karena kanker yang menekan area kepala. Selain itu, dikutip dari Mayo Clinic, Amerika Serikat, apabila mimisan dan adanya bercak darah pada air liur yang terjadi selama kurang lebih 1 bulan dapat dicurigai sebagai tanda-tanda kanker nesofaring.

Walaupun sulit terdeteksi sejak dini, gejala-gejala lain kanker nesofaring dapat berupa benjolan pada telingga, infeksi telinga, gangguan pendengaran, sulit membuka mulut, wajah nyeri atau mati rasa, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, dan penglihatan kabur.

Bagaimana pengobatan kanker nesofaring?

Terdapat beberapa metode yang dapat dilakukan untuk mengobati kanker nesofaring, antara lain radioterapi, kemoterapi, dan operasi. Radioterapi merupakan metode paling efektif. Pasien yang saat didiagnosis belum menunjukan metastasis multiple (penyebaran kejaringan lain) harus terlebih dahulu menerima perawatan radioterapi, atau radioretapi dibarengi dengan kemoterapi. Operasi bukan metode pertama untuk mengatasi kanker nesofaring. Metode ini biasanya digunakan untuk mengangkat jaringan abnormal yang tersisa pasca kemoterapi atau radioterapi.

Bagaimana pencegahan kanker nesofaring?

Sejauh ini belum ada metode pasti untuk mencegah kanker nesofaring. Akan tetapi untuk mencegah munculnya kanker nesofaring dapat dilakukan dengan menghindari konsumsi makanan yang diawetkan dengan garam, menghindari asap rokok dan tidak merokok, tidak mengkonsumsi minuman beralkohol, dan menjaga lingkungan tetap sehat. Selain itu periksakanlah secara rutin kesehatan telinga hidung dan tenggorokan. Jangan menunda-nunda untuk periksa ke dokter apabila mengalami gejala-gejala munculnya kanker nesofaring. (zaki)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR TERPRODUKTIF

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FX Sugiyanto, Prof.

Guru Besar Universitas Diponegoro

FOLLOW US

Pengusaha Harus Aktif Lobi AS             Kematian Petugas KPPS Tidak Ada Yang Aneh             Memerangi Narkoba Tanggung Jawab Semua Pihak             Pendekatan yang 'Teenager Friendly'             Pendampingan Tiga Tungku             Perda Dulu Baru IMB             Kelalaian Negara dalam Misi Kemanusiaan             Kematian Petugas Medis; Pemerintah Harus Berbenah             Daerah Terpencil Sebagai Indikator Keberhasilan             Resiko Petugas Sosial