Mengenal Tiga Tes Covid-19, PCR, Antigen dan Rapid Test Antibodi, Jangan Salah Pilih
berita
Test Covid-19
23 December 2020 17:10
Watyutink.com – Pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir memaksa pemerintah mengambil langkah-langkah pencegahan yang lebih ketat. Salah satunya seperti yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta dengan mewajibkan warganya yang akan bepergian ke luar kota menjalani rapid test antigen. Hal ini demi memastikan warga yang hendak melakukan perjalanan tidak terpapar Covid-19.

Tes serupa kabarnya juga diterapkan oleh beberapa daerah lain, seperti Bali, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Lampung, Sumatera Utara dan beberapa kota lain.

Publik pun bertanya-tanya, apa itu tes antigen. Pasalnya selama ini masyarakat hanya mengenal dua metode untuk mengetahui seseorang terpapar virus corona, yakni rapid test dan tes swab atau tes usap.

Tahukah Anda, apa perberdaan tiga tes Covid-19 tersebut, PCR, antigen, dan rapid test antibodi?

Ketiga tes tersebut adalah istilah yang digunakan untuk mendeteksi adanya paparan atau penularan virus corona. Terkadang orang awam akan dibuat bingung denga tiga jenis tes kesehatan tersebut. Terutama saat akan melakukan pengetesan untuk berbagai kepentingan atau hanya sekadar untuk menjaga dan melindungi diri dari penularan virus corona.

Itulah sebabnya kita perlu memahami perbedaan ketiga tes tersebut. Pertama, tes Polymerase Chain Reaction atau PCR. Tes yang juga sering disebut tes swab atau tes usab ini adalah pemeriksaan guna mendeteksi atau membaca pola genetik baik DNA maupun RNA, dari suatu sel, kuman atau virus, termasuk virus corona atau SARS-CoV-2.

Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mengatakan tes PCR adalah cara mendeteksi Covid-19 yang paling baik. Pasalnya tingkat keakuratan tes PCR mencapai 80 hingga 90 persen. Namun hasil tes PCR baru bisa diketahui hingga tiga hingga tujuh hari atau sepekan setelah pelaksanaan tes. Hal ini lantaran tes PCR membutuhkan serangkaian penelitian guna menentukan hasilnya.  

Tes PCR umumnya perlu dilakukan pada orang yang mengalami gejala atau mempunyai riwayat kontak dengan penderita Covid-19. Tes PCR dilakukan dengan mengambil sampel cairan di pangkal hidung dan tenggorokan. Itulah sebabnya tes PCR harus dilakukan oleh tenaga medis yang sudah terlatih menggunakan teknologi dan berbagai reagen.

Tes kedua adalah rapid test antigen. Tes ini tiba-tiba menjadi sangat populer lantaran sejumlah kota dan daerah mewajibkan warganya melakukan tes antigen jika ingin keluar masih wilayah tersebut. Tes antigen adalah cara mengetahui penularan Covid-19 dengan mengambil sampel di pangkat hidung dan tenggorokan. Caranya mirip dengan pelaksanaan tes PCR.

Namun perlakuannya lebih ringan dibandingkan tes PCR. Pasalnnya tes antigen hanya bertujuan mencari protein yang berada di permukaan virus. Berbeda dengan tes PCR yang mencari material genetik pada virus corona atau Covid-19.

Itulah sebabnya hasil tes antigen bisa lebih cepat dibanding tes PCR, hanya maksimal satu jam. Namun tingkat akurasinya tidak sebesar tes PCR.

Tes ketiga adalah rapid test antibodi, yakni tes yang dilakukan menggunakan sampel darah. Nantinya tes akan mengenali protein antibodi dari sampel darah yang diambil. Antibodi adalah protein yang dibentuk sebagai perlindungan tubuh saat ada virus atau patogen lain masuk dalam tubuh.

Tes ini mempunyai tingkat akurasi yang paling rendah lantaran yang terdeteksi oleh tes antibodi tidak hanya spesifik virus corona atau Covid-19. Terlebih setiap orang bisa memberikan respon antibodi yang berbeda saat ada virus masuk dalam tubuh. Tingkat akurasi tes antibodi hanya sekitar 18 persen. Itulah sebabnya banyak pihak tidak merekomendasikan tes antibodi untuk mendeteksi Covid-19. Meskipun hasil tes antibodi bisa diketahui dalam waktu singkat.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI