Metode Kangguru Bagi Bayi Prematur Sangat Diperlukan
berita

28 January 2019 16:45
Angka kematian bayi prematur, atau bayi yang lahir sebelum usia kandungan 37 minggu, ditambah dengan berat badan yang rendah, hingga kini masih cukup tinggi. Biasanya, bayi yang lahir prematur akan ditempatkan diinkubator untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, ada beberapa kasus dimana inkubator juga memiliki risiko terhadap bayi.

Tahukah Anda, bahwa metode kangguru bisa menggantikan fungsi inkubator?

Merawat bayi prematur dengan metode kangguru memang cukup sederhana dan tidak mahal. Cara melakukannya juga cukup mudah, yakni dengan menempatkan bayi di antara payudara ibu. Kontak kulit antara ibu dan bayi sangat diperlukan, jadi dada ibu dan bayinya tidak boleh terhalang oleh kain apa pun. 

Dengan begitu, bayi akan mendapatkan kehangatan yang cukup, dan suhu panas yang sesuai. Selain itu, posisi bayi yang berada di antara payudara ibu juga dapat merangsang produksi ASI. Sehingga bayi bisa mendapatkan ASI saat ia menginginkannya. 

Agar si kecil tumbuh seperti bayi yang terlahir normal, ada baiknya metode kangguru ini dilakukan satu jam setiap harinya. Namun semakin lama durasi melalukan metode kangguru ini, akan semakin baik bagi bayi. Metode ini harus dilakukan secara bertahap dan terus menerus hingga usia kandungan bayi mencapai 40 minggu. Tak hanya ibu, ayah juga bisa melakukannya untuk memberikan kehangatan.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FOLLOW US

Tarik Investasi Tak Cukup Benahi Regulasi             Tidak Bijak Membandingkan Negara Lain             Semangat Reformasi Perpajakan             People Power and Power of Love             Polisi Tak Boleh Berpolitik             Laksanakan Reformasi Perpajakan Secara Konsekuen             Tunjukkan Sikap Politik yang Matang             Menagih Janji Deregulasi dan Perbaikan Infrastruktur Investasi             Perlu Inventarisasi Perundangan dan Peraturan             Bukan Jumlah Peraturan Tapi Korupsinya Yang Penting