Minyak Kelapa Baik untuk Kesehatan
berita

03 December 2019 09:00
Watyutink.com - Di masa lalu minyak kelapa digunakan untuk memasak. Namun saat ini perannya digantikan minyak goreng yang terbuat dari kelapa sawit.

Tahukah Anda, ternyata minyak kelapa mengandung banyak manfaat bagi kesehatan?

Manfaat minyak kelapa secara medis memang masih membutuhkan kajian lebih mendalam. Klaim manfaat minyak kelapa hingga kini belum terbukti 100 persen. Tapi penggunaannya kian populer di masyarakat.

Minyak kelapa yang baik adalah yang murni atau virgin coconut oil (VCO), bukan minyak olahan. VCO diekstrak dari kelapa yang masih segar tanpa menggunakan tambahan bahan kimia dan tanpa suhu tinggi. Hal ini bertujuan agar kandungan alaminya, seperti senyawa phenolic, tidak rusak sehingga minyak kelapa murni berfungsi sebagai antioksidan.

Senyawa dalam minyak kelapa seperti asam laurat, kaprilat dan kaprat dapat menjadi penunjang pertumbuhan probiotik di dalam saluran pencernaan dan berfungsi melawan bakteri jahat.

Salah satu efek yang dapat didapatkan pada minyak kelapa yaitu membuat kenyang lebih lama, sehingga dorongan untuk mengonsumsi makanan berlebih atau menyantap camilan akan berkurang. Asam lemak rantai sedang tidak mudah diubah menjadi cadangan lemak, jadi mendorong penurunan berat badan. Itulah sebabnya minyak kelapa baik untuk orang yang sedang diet.

Minyak kelapa juga bermanfaat untuk kesehatan jantung karena kandungan polifenolnya yang dapat mencegah aterosklerosis, yakni pengerasan dinding pembuluh darah akibat menumpuknya plak lemak pada dinding pembuluh darah. Sehingga risiko penyakit jantung juga pun berkurang. Namun, bagi penderita penyakit jantung, mengkonsumsi minyak kelapa tetap memerlukan konsultasi dengan dokter.

Rantai asam lemak dalam minyak kelapa dipercaya dapat memperbaiki toleransi glukosa dalam tubuh. Minyak kelapa juga dipercaya dapat memperbaiki sensitivitas insulin. Itulah sebabnya minyak kelapa baik untuk penderita diabetes. Namun, tetap atas pengawasan dokter.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

YB. Suhartoko, Dr., SE., ME

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan Unika Atma Jaya Jakarta

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FOLLOW US

Investor Tak Terpengaruh Prediksi Ekonomi RI             Moody’s Tak Tahu Jeroan Indonesia             Ada  Gap, Ada Ketimpangan             Prioritas Utama Tingkatkan Pertumbuhan             Dana Desa Berhadapan dengan Kejahatan Sistemik             Pembangunan Desa Tidak Bisa Berdiri Sendiri             Harus Disadari, Korupsi akan Mengikuti Kemana Uang Mengalir             Banyak Hal Harus Dibenahi dengan kebijakan Strategis dan Tepat             Pertumbuhan Konsumsi Berpotensi Tertahan             Amat Dibutuhkan, Kebijakan Pertanian yang Berpihak pada Petani!