Obati Asma dengan Ramuan Jahe, Kapulaga, dan Daun Pandan
berita
Ramuan Jahe, Kapulaga dan Daun Pandan/ Net
04 January 2021 16:35
Watyutink.com – Salah satu penyakit yang banyak diderita orang Indonesia adalah asma. Penyakit ini biasanya menyerang saluran pernafasan dan menyebabkan peradangan. Saluran pernafasan mengeluarkan lendir dan menyempit. Akibatnya penderita mengalami kesulitan saat bernafas. Hal inilah yang menyebabkan serangan asma sangat berbahaya, bahkan bisa menyebabka kematian.

Jika tidak segera ditangani, asma bisa semakin parah dan berakibat fatal. Itulah sebabnya penderita asma selalu berusaha menyembuhkan penyakit tersebut. Umumnya mereka mengandalkan obat-obatan kimia untuk mengatasi asma. Obat tersebut bisa berupa pil yang diminum atau inhaler yang dihirup saat asma kambuh.

Padahal sejatinya asma bisa disembuhkan dengan menggunakan bahan-bahan alami. Selain lebih sehat lantaran bebas kandungan zat kimia, obat herbal juga lebih mudah didapat. Pasalnya obat herbal dibuat menggunakan bahan-bahan yang tersedia disekitar kita, bahkan di dalam rumah.

Tahukah Anda, apa bahan alami yang berguna mengobati asma?

Sampai saat ini para ahli belum bisa menentukan secara pasti apa penyebab asma. Para ahli kesehatan hanya menyebut  serangan asma dapat dipicu oleh alergi, polusi udara, infeksi pernapasan, emosi, kondisi cuaca, kandungan  zat tertentu dalam makanan, dan beberapa pengobatan. Gejala yang umum terjadi adalah batuk, mengi, napas yang pendek, dan sesak di dada.

Asma dengan katagori ringan bisa sangat menghambat aktivitas sehari-hari. Pasalnya saat asma menyerang, penderita akan kesulitan bernafas. Semua kegiatan dipastikan akan terhenti. Sedangkan asma dengan katagori akut atau kronis bisa berakibat lebih parah. Bukan hanya aktivitas yang berhenti, hidup penderita pun bisa berhenti saat asam menyerang. Asma kronis bisa berujung kematian.

Itulah sebabnya asma harus disembuhkan. Tidak hanya menggunakan obat-obatan kimia tapi juga dengan memanfaatkan ramuan atau obat herbal. Salah satunya menggunakan jahe. Rimpang yang sering dijadikan bumbu masak ini ternyata ampuh mengobati asma.

Jahe diketahui sebagai bahan pembuat obat atau ramuan tradisional. Pasalnya jahe memiliki kandungan nutrisi yang cukup beragam, seperti kalori, karbohidrat, protein, lemak, serat, dan gula. Jahe juga mengandung mineral dan vitamin, yakni zat besi, kalium, magnesium, fosfor, zinc, folat, riboflavin, dan naicin. Sedangkan kandungan vitamin dalam jahe adalah vitamin B2, B3, B6 dan vitamin C.

Kandungan nutrisi, mineral dan vitamin tersebut diyakini mampu mengurangi peradangan dan kontraksi di saluran pernafasan. Selain itu jahe juga dapat meningkatkan relaksasi pada otot seperti yang terdapat pada beberapa obat asma. Jahe juga mampu membantu menurunkan reaksi alergi dan menurunkan kadar Imuniglobnin E atau IgE yang terdapat dalam tubuh penderita asam.

Ketika asma kambuh, sel-sel radang dalam tubuh akan bekerja dan menyebabkan reaksi alergi. Jahe diketahui memiliki fungsi antiradang. Sehingga jahe dapat bekerja menghambat terjadinya radang di saluran perafasan yang muncul akibat serangan asma. Selain itu jahe juga memiliki kandungan antioksidan yang berguna menurunkan risiko asma kambuh.  

Jahe juga berguna merelaksasai otot pernafasan. Dalam jurnal yang diterbitkan American Journal of Respiratory Cell and Molecular Biology disebutkan jahe dapat membantu menurunkan reaksi peradangan atau inflamasi pada saluran pernapasan. Kondisi tersebut kerap muncul pada penderita asma mengalami serangan akut.

Untuk membuat ramuan jahe obat asama, caranya cukup mudah. Pakar pengobatan herbal, dr Zaidul Akbar bebagai resep obat asma di akun Intagramnya. Sebelumnya siapkan bahan-bahan berupa, 2 rimpang jahe seukuran ibu jari orang dewasa, 5 buah kapulaga, 2 lembar daun pandan, serta madu atau gula aren secukupnya.

Iris tipis-tipis jahe lalu seduh dengan 400 mililter atau setara dengan dua gelas ukuran sedang air panas. Seduh bersama kapulaga dan daun pandan. Bisa juga dengan merebus bahan-bahan tersebut selama sekitar 2 menit. Tidak perlu sampai mendidih. Setelah itu tanmbahkan madu atau gula aren. Minum selagi hangat. Lakukan rutin setuap pagi hari.  

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI