Pasar Minggu, Senen, Rebo, Jumat Ada; Pasar Selasa, Kamis, Sabtu?
berita

30 December 2018 13:00
Watyutink.com – Anda yang tinggal di Jakarta tentunya kenal dengan nama Pasar Minggu, Pasar Senen, Pasar Rebo dan Pasar Jumat. Nama pasar itu terlihat identik dengan nama hari; Minggu, Senin, Rabu dan Jumat. Tapi, kok tidak terdengar nama Pasar Selasa, Pasar Kamis dan Pasar Sabtu di Jakarta?

Tahukah Anda, di mana Pasar Selasa, Pasar Kamis dan Pasar Sabtu di Jakarta?

Ternyata Pasar Selasa, Pasar Kamis dan Pasar Sabtu sebenarnya dulunya ada di Jakarta, tapi sekarang penyebutannya konon kalah dengan penyebutan nama daerahnya.

Seperti dilansir di laman Jakarta.go.id, berdasarkan arsip kolonial, pasar yang pertama didirikan di Jakarta (dulu Batavia) adalah Vincke Passer pada sekitar tahun 1730an, yang didirikan seorang tuan tanah berdarah Belanda bernama Justinus Vinck. Vincke Passer adalah pasar pertama yang aktivitasnya menerapkan sistem jual beli dengan menggunakan uang sebagai alat jual-beli yang sah.

Kemudian pada tahun 1801, Pemerintah VOC yang berkuasa pada waktu itu menerapkan peraturan pasar yang didirikan dibedakan menurut harinya. Penerapan peraturan ini bertujuan untuk alasan keamanan serta untuk mempermudah orang berkunjung dan mengenal nama suatu pasar. Karena itu Vincke Passer yang buka di hari Senin sering disebut Pasar Senen.

Selanjutnya ada juga Pasar Selasa, buka di hari Selasa, yang ada di daerah Koja atau saat ini lebih dikenal dengan nama Pasar Koja. Kemudian berturut-turut Pasar Rebo (buka di hari Rabu), yang kini menjadi  Pasar Induk Kramat Jati, dan pasar yang buka di hari Kamis adalah Mester atau kini disebut sebagai Pasar Jatinegara. Sedangkan pasar yang buka di hari Jumat, selain Pasar Jumat di lebak Bulus ada juga Pasar Klender dan Cimanggis. Untuk yang buka di hari Sabtu adalah Pasar Tanah Abang. Sedangkan Pasar Minggu, dulunya dikenal sebagai Tanjung Oost Passer, buka di hari Minggu.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Tabrani Yunis

Pengelola majalah POTRET dan Majalah Anak Cerdas. Direktur Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh

FOLLOW US

Perlu Inventarisasi Perundangan dan Peraturan             Bukan Jumlah Peraturan Tapi Korupsinya Yang Penting             Sektor Pertanian Masih Gunakan Paradigma Lama             Gelombang Spekulasi Politik             Demokrasi Tanpa Jiwa Demokrat             Rekonsiliasi Sulit Terjadi Sebelum 22 Mei             Industri Manufaktur Memperkokoh Internal Perekonomian             Dibutuhkan Political Will, Bukan Regulasi             Kasus Makar Bernuansa Politis             Pasal Makar Ancam Demokrasi