Puasa lancar, maag tenang, labu kuning solusinya
berita

16 May 2019 15:15
Watyutink.com - Salah satu bahan makanan yang tidak kalah populer saat bulan puasa adalah labu kuning. Labu kuning (Curcubita moschata) merupakan buah musiman khas bulan puasa. Labu kuning atau populer disebut waluh merupakan bahan makanan yang sering dibuat kolak atau dijadikan bahan makan dan minuman saat berpuasa.

Tahukah Anda manfaat labu kuning bagi pencernaan?

Pemilihan labu kuning sebagai menu makanan merupakan pilihan yang tepat. Labu kuning mengandung nutrisi yang baik untuk pencernaan. Bagi penderita maag, buah ini mengandung keretenoid atau betakaroten, kalium, dan zat besi yang dipercaya mampu meredakan radang lambung atau maag jika dikonsumsi secara teratur.

Labu kuning mengandung betakeroten sebanyak 768 miligram setiap 1 gram bahan. Kandungan betakaroten pada buah ini dapat melindungi dinding lambung akibat peradangan asam lambung tinggi, menghambat pertumbuhan bakteri penyebab ulkus (bisul) pada lambung, serta menetralisir asam lambung berlebih.

Selain meredakan penyakit maag, buah ini cocok untuk diet. Kandungan kharbohidat dan serat yang tinggi mampu membuat kenyang lebih lama. Pigmen kuning-orange pada buah ini jika dicerna dapat berubah menjadi vitamin A yang baik untuk kesehatan mata, kulit, serta meningkatkan kekebalan tubuh.

Kandungan kalori rendah gula pada buah ini mampu mengontrol kandungan gula dalam darah. Sedangkan kandungan zat besi pada bijinya dapat mengobati penyakit anemia. Serta kandungan vitamin C nya dapat merangkal radikal bebas sehingga dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Jadi, tak perlu ragu memasukkan labu siam dalam daftar menu buka puasa. (zaki)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Zaman Zaini, Dr., M.Si.

Dosen pascasarjana Institut STIAMI, Direktur Sosial Ilmu Politik CPPS (Center for Public Policy Studies), Staf Khusus Bupati MURATARA Sumsel

YB. Suhartoko, Dr., SE., ME

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan Unika Atma Jaya Jakarta

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Pemerintah Daerah Harus Berada di Garda Terdepan             Tegakkan Aturan Jarak Pendirian Ritel Modern dengan Usaha Kecil Rakyat             Konsep Sudah Benar, Implementasinya Gagal             Tugas Terbesar Negara, Mencerdaskan Bangsa!             Indonesia Butuh Terobosan-terobosan Progresif Bidang SDM             Penekanan pada Memobilisasi Kapasitas Modal Manusia Lokal Secara Otentik             Meritokrasi vs Kabilisme             Kendalikan Harga Pangan untuk Menekan Inflasi             Utang Semakin Besar, Kemampuan Membiayai Pembangunan Berkurang             Perhatikan Belanja Non K/L yang Semakin Membesar