Rutin Konsumsi Bawang Bombay Bisa Cegah Kanker, Diabetes, dan Sehatkan Jantung
berita

15 March 2019 17:00
Watyutink.com - Selama ini orang mengenal bawang bombay sebagai bahan masakan. Berbeda dengan dua ‘saudaranya’, bawang merah dan bawang putih yang berukuran kecil, bawang bombay justru berukuran besar. Aromanya yang kuat dan rasanya yang manis membuat bawang bombay cocok untuk berbagai masakan. Selain itu bawang bombay juga enak dinikmati langsung dengan cara digoreng.

Tapi tahukah Anda, selain bermanfaat untuk bahan masakan, bawang bombay juga memiliki beragam khasiat bagi kesehatan?

Para ahli kesehatan mengatahui bahwa bawang bombay mengandung beragam mineral dan senyawa yang baik untuk kesehatan. Dalam 100 gram bawang bombay terdapat 87,5 gram air, 43 kal energi, 1,4 gram protein, 2 gram serat, dan 0,2 gram lemak. Sedangkan kandungan mineralnya antara lain 12 miligram natrium, 9,6 miligram kalium, 32 miligram kalsium, 0,5 miligram zat besi, 0,3 miligram zink dan karoten 50 mikrogram. Selain itu juga mengandung 9 miligram vitamin C dan 0,21 mikrogram vitamin B2.

Itulah sebabnya bawang bombay diyakini bisa membawa dampak baik bagi tubuh, seperti menjaga kesehatan jantung. Pasalnya bawang bombay memiliki kandungan kalium yang bisa menurunkan tekanan darah. Sedangkan Quercetin, salah satu jenis flavonoid dalam bawang bombay juga membantu kalium menjaga tekanan darah dan meningkatkan kesehatan jantung secara keseluruhan. Itulah sebabnya bawang bombay dapat menjaga tekanan darah, hingga menurunkan risiko terjadinya serangan jantung.

Bawang bombay juga bisa menjadi pencegah kanker. Bawang bombay termasuk dalam kelompok sayuran allium yang memiliki manfaat mencegah kanker terutama kanker perut dan kolorektal  atau usus besar lantaran mengandung senyawa organosulfur yang sangat tinggi. Sedangkan kandungan vitamin C dalam bawang bombay menjadi sumber antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas pemicu kanker.

Serat dalam bawang bombay juga baik untuk sistem pencernaan. Bawang bombay mengandung jenis serat larut yang disebut oligofructose. Serat ini yang mendorong pertumbuhan bakteri baik di usus. Oligofruktosa ini juga dibutuhkan untuk membantu mencegah dan mengobati diare

Bawang bombay juga baik untuk menjaga kadar gula darah. Kromium yang terdapat dalam bawang bombay memiliki peran membantu mengatur kadar gula darah. Sedangkan kandungan sulfur dalam bawang bombay membantu menurunkan gula darah dan memicu peningkatan produksi insulin.

Bawang bombay juga bermanfaat untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh atau imunitas. Polifenol dalam bawang bombay bertindak sebagai antioksidan, melindungi tubuh dari radikal bebas. Berkurangnya tumpukan radikal bebas dalam tubuh dapat membantu mendorong sistem kekebalan tubuh menjadi semakin kuat.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Didin S. Damanhuri, Prof., Dr., SE., MS., DEA

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB

FOLLOW US

Langkah Menkeu Sudah Benar dan Fokuskan pada SKM 1             Industri Rokok Harus Tumbuh atau Dibiarkan Melandai             Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-1)             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-2)             Perlu Revisi Undang-Undang dan Peningkatan SDM Perikanan di Daerah             Antisipasi Lewat Bauran Kebijakan Fiskal – Moneter