Saffron, ‘Benang Ajaib’ yang Bisa Sembuhkan Kanker, Alzheimer dan Sehatkan Jantung
berita

20 January 2020 16:50
Watyutink.com – Saat ini sedang tren di masyarakat kebiasaan mengonsumsi saffron. Pasalnya saffron diyakini mengandung bebagai kandungan senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan. Beberapa jenis gangguan kesehatan, bahkan penyakit kronis seperti kanker bisa dicegah dengan mengonsumsi saffron. Hal ini menyebabkan harga jual saffron melambung. Bahkan hingga menyentuh angka ratusan juga rupiah.

Tahukah Anda, apa itu saffron dan apa saja manfaatnya bagi kesehatan?

Saffron adalah rempah-rempah yang diambil dari bunga crocus sativus atau bunga pacar. Rempah dengan nama lain Kuma-kuma ini memiliki tiga kepala putik yang terletak di luar bunga. Kepala putik inilah yang disebut saffron. Itulah

Saffron yang sudah dikeringkan seringkali dimanfaatkan sebagai bumbu masakah dan bahan pewarna alami. Biasanya saffron diolah untuk memberkan warna kuning pada nasi biryani. Selain itu rempah berbentuk benang halus dan tipis ini juga dimanfaatkan untuk membuat kue dan permen.   

Salah satu yang membuat harga jual saffron tinggi adalah cara membuatnya yang sangat rumit dan membutuhka penanganan khusus. Selain itu jumlah produksinya juga tidak bisa terlalu banyak. Pasalnya untuk mendapatkan satu gram benang saffron dibutuhkan setidaknya 150 bunga crocus sativus.

Namun, dibalik harganya yang mahal, terkandung khasiat yang sangat besar bagi kesehatan. Saffron dikenal kaya akan komponen antioksidan yang dapat melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan dan efek negatif radikal bebas. Para ahli menyakini radikal bebas adalah pemicu munculnya berbagai penyakit kronis, seperti jantung dan kanker.

Konsultan kesehatan dr. Andi Marsa Nadhira mengatakan penelitian yang pernah dilakukan menunjukkan saffron dapat menghambat pertumbuhan sel kanker pada usus. Selain itu zat crocin dalam saffron dapat menbuat sel kanker lebih sensitif terhadap kemoterapi. Hal ini membuat proses pengobatan dan  penyembuhan kanker dengan kemoterapi menjadi lebih efektif.

Saffron juga sangat baik untuk menurunkan berat badan. Pasalnya rempah berwarna merah ini mempunyai efek menurunkan nafsu makan. Sebuah penelitian membuktikan mengonsumsi suplemen saffron selama delapan minggu  dapat menurunkan berat badan secara signifikan. Selain itu saffron dapat mengurangi lingkar penut akibat penumpukan lemak.

Kemampuan saffron mengurangi penumpukan lemak juga membawa dampak bagi bagi jantung. Risiko serangan jantung koroner bisa dikurangi dengan mengonsumsi saffron. Meski masih memerlukan studi lebih lanjut, konsumsi saffron diyakini dapat menurunkan kadar kolesterol jahat atau low deseity lipoproten (LDL) dan trigliserida. Di lain pihak saffron dapat meningkatkan kadar kolesterol baik atau high density lipoprotein (HDL).

Saffron juga bisa membantu menjaga kesehatan sistem saraf. Pasalnya saffron memiliki efek antiradang, antioksidan, dan neuroproteksi yang dapat melindungi saraf. Itulah sebabnya mengonsumsi saffron dapat mencegah dan mengobati depresi, terutama yang masih dalam tahap ringan dan sedang.

Sebuah studi yang dilakukan, menunjukkan mengonsumsi 15 miligram saffron dua kali sehari dapat meningkatkan fungsi kognitif cukup signifikan. Itulah sebabnya saffron dapat membantu menyembuhkan penderita alzheimer.

Saffron juga bermanfaat mMembantu pengobatan penyakit diabetes. Pasalnya saffron diketahui mampu meningkatkan sensivitas hormon insulin. Namun hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.  

Saat ini saffron sudah banyak dijual dalam bentuk kapsul. Selain sudah memliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), kapsul saffron juga lebih mudah dikonsumsi. Mengonsumsi 30 miligram saffron setiap hari dapat memberikan manfaat yang baik bagi kesehatan. Namun pastikan kapsul saffron yang Anda beli diproduksi oleh perusahaan dengan reputasi yang baik.

Selain itu sebaiknya saffron tidak dikonsumsi dalam dosis berlebihan. Pasalnya beberap efek samping bisa muncul akibat konsumsi berlebihan, seperti sakit kepala, mual, dan nyeri di perut. Selain itu akan muncul perubahan nafsu makan, mulut kering, dan rasa kantuk. Ibu hamil sangat tidak dianjurkan mengonsumsi saffron. Konsumsi lima gram atau lebih saffron sudah cukup untuk menyebabkan keguguran pada ibu hamil.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)