Sagu, Makanan Pokok Masyarakat Maluku dan Papua yang Bermanfaat Jaga Kesehatan Tubuh
berita
Istimewa
02 August 2019 16:55
Watyutink.com – Dulu kita mengenal sagu sebagai makanan pokok warga Indonesia bagian timur, seperti Maluku dan Papua. Sangat disayangkan, saat ini perlahan-lahan sagu mulai ditinggalkan. Warga di Maluku dan Papua mulai beralih mengonsumsi beras. Padahal sejatinya sagu sangat tepat menjadi makanan pokok kedua wilayah tersebut. Pasalnya pohon sagu sangat mudah tumbuh di Maluku dan Papua.

Untuk mengambalikan kebiasaan masyarakat Maluku dan Papa mengonsumsi sagu, beberapa kelompok masyarakat membuat gerakan yang bertujuan mengembalikan kepopuleran sagu. Bahkan beberapa saat lalu, petisi “Selamatkan Sagu Papu” menggema di wilayah paling timur Indonesia itu.

Selain itu sagu juga dikenal memiliki banyak kandungan nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Bahkan sejak lama sagu dikenal sebagai bahan makanan yang menyehatkan.

Tahukah Anda, apa saja manfaat mengonsumsi sagu bagi kesehatan?

Kandungan nutrisi dalam sagu sebagian besar tergolong karbohidrat murni yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah banyak untuk bahan energi dan fungsi otak. Dalam 100 gram sagu terdapat 86 gram karbohidrat, satu gram serat, 0,5 gram protein, 350 kalori, tiga miligram sodium, lima miligram potasium, 0,2 gram lemak total dan 0,1 gram lemak jenuh.

Sagu dikenal tidak memiliki kandungan vitamin dan mineral. Kalau pun ada, kandungan vitamin dan mineral dalam sagu sangat sedikit. Namun hal itu tidak menghalangi sagu memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Salah satunya adalah sebagai sumber energi.

Kandungan karbohidrat dalam jumlah banyak di dalam sagu bisa menjadi alternatif dan berfungsi sebagai suplemen alami penambah energi di dalam tubuh. Terutama bagi Anda yang usai melakukan pekerjaan berat atau aktivitas yang banyak menguras energi, seperti olah raga.

Sagu diyakini dapat membantu mengisi kembali energi yang hilang. Pasalnya sagu dapat meningkatkan produksi glukosamin alami dalam tubuh yang dapat memperbaiki keseluruhan pergerakan sendi dan pemulihan otot di sekitarnya.

Sagu juga dapat digunakan untuk mencegah serangan hipertensi atau darah tinggi. Kandungan potasium dalam sagu dipercaya dapat meningkatkan sirkulasi darah dan sisitem kardiovaskular. Itulah sebabnya sagu sudah lama dikenal sebagai salah satu obat alternatif pengobatan darah tinggi. Fungsi sagu dimasa lalu serupa dengan tapioka yang digunakan untuk menyembuhkan stres.

Sagu juga membantu memperbaiki sistem pencernaan. Sagu dikenal dapat menyembuhkan berbagai penyakit pencernaan seperti kembung, sembelit, asam lambung, maag, dan gangguan pencernaan lainnya. Pasalnya sagu dapat meningkatkan produksi enzim pencernaan dan pergerakan usus secara keseluruhan. Selain itu sagu dapat melindungi usus agar tidak kering.

Itu sebabnya sagu kerap diresepkan untuk pasien penyakit gastroenteritis atau muntaber lantaran mampu memberikan efek menenangkan dan mendinginkan perut.

Sagu juga dapat meningkatkan kesehatan tulang dan sendi. Sagu diketahui mengandung kalsium, zat besi dan mineral lainnya yang membantu perbaikan tulang dan persendian. Selain itu, sagu dapat meningkatkan produksi glukosamin yang mempengaruhi kepadatan tulang, fleksibilitas dan gerakan sendi.

Peningkatan kadar glukosamin dapat meningkatkan produksi cairan sinovial yang berada diantara selubung sendi dan selubung tendon. Cairan inilah yang menyebabkan persendian bisa berfungsi dengan baik dan bergerak secara fleksibel.

Manfaat lain dari sagu adalah menjaga suhu tubuh agar tetap dingin. Saat terserang demam, Anda bisa meredakannya dengan sagu. Mengonsumsi sagu saat demam bahkan lebih aman dibandingkan minum antibiotik. Pasalnya mengonsumsi antibiotik  dapat menimbulkan efek samping, yakni tubuh akan menghasilkan produksi panas yang berlebihan. Sedangkan sagu tidak.

Sagu juga bermanfaat menjaga kecantikan kulit. Pasalnya sagu mempunyai fungsi sebagai sebagai exfoliator kulit yang sangat bagus. Selain itu sagu juga bisa membantu mempercepat penyembuhan bekas luka dan menghaluskan kulit.

Sagu bisa diolah menjadi bedak dan masker wajah. Anda juga bisa mencampurkan beberapa tetes susu pada tepung sagu untuk membuat pasta kental yang digunakan untuk masker wajah. (cp)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Zaman Zaini, Dr., M.Si.

Dosen pascasarjana Institut STIAMI, Direktur Sosial Ilmu Politik CPPS (Center for Public Policy Studies), Staf Khusus Bupati MURATARA Sumsel

YB. Suhartoko, Dr., SE., ME

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan Unika Atma Jaya Jakarta

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Pemerintah Daerah Harus Berada di Garda Terdepan             Tegakkan Aturan Jarak Pendirian Ritel Modern dengan Usaha Kecil Rakyat             Konsep Sudah Benar, Implementasinya Gagal             Tugas Terbesar Negara, Mencerdaskan Bangsa!             Indonesia Butuh Terobosan-terobosan Progresif Bidang SDM             Penekanan pada Memobilisasi Kapasitas Modal Manusia Lokal Secara Otentik             Meritokrasi vs Kabilisme             Kendalikan Harga Pangan untuk Menekan Inflasi             Utang Semakin Besar, Kemampuan Membiayai Pembangunan Berkurang             Perhatikan Belanja Non K/L yang Semakin Membesar