Sama-sama Lezat, Mana yang Lebih Sehat, Daging Ayam atau Bebek?
berita
Sumber Foto : fitday.com
22 April 2019 17:00
Watyutink.com – Selama ini kita mengenal dua peternakan unggas, ayam dan bebek. Kedua unggas tersebut diternakan untuk diambil daging dan telurnya. Keduanya sangat digemari serta digunakan untuk menu makanan dan sumber nutrisi yang baik untuk dikonsumsi.

Namun kepopuleran daging bebek tidak bisa menandingi daging ayam. Selain karena penjualnya lebih banyak, jenis makanan yang menggunakan daging ayam juga lebih beragam. Itulah sebabnya masyarakat lebih terbiasa mengkonsumsi daging ayam dibanding daging bebek.

Padahal jika dilihat dari kandungan nutrisinya, daging bebek tidak kalah dengan daging ayam. Bahkan pada beberapa jenis nutrisi, daging bebek lebih unggul dibandingkan daging ayam.

Tapi, tahukah Anda, mana dari kedua unggas tersebut yang dagingnya lebih sehat?

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal Military Medicine menyebut dalam satu ons daging bebek terdapat 211 kalori, jauh lebih banyak dibanding daging ayam yang mengandung 172 kalori. Sedangkan kandungan lemak dalam daging bebek pun lebih banyak dibandingkan daging ayam. Dalam satu ons daging bebek terkandung 15 gram lemak, sementara daging ayam mengandung sembilan gram lemak. Lemak jenuh dalam daging bebek juga cukup tinggi, yaitu sekitar lima gram per porsi. Sedangkan daging ayam mengandung lemak jenuh sebesar 2,7 gram per porsi.

Namun daging ayam mengandung kolesterol yang lebih rendah, yakni 64 miligram per porsi. Sedangkan daging bebek mengandung  80 miligram kolesterol per porsi. Sementara kandungan protein kedua daging unggas tersebut tidak terlalu jauh bedanya. Daging ayam mengandung protein 22 gram per porsi dan daging bebek memiliki kandungan protein 20 gram per porsi.

Dalam laporannya, Journal Military Medicine, juga menyebut kandungan mineral kedua daging tersebut mempunyai perbedaan yang cukup jauh. Daging bebek dapat memenuhi kebutuhan zat besi sekitar 50 persen dari kebutuhan per hari orang dewasa. Sementara daging ayam hanya dapat memenuhi sembilan persen kebutuhan zat besi orang dewasa.

Zat besi adalah mineral yang diperlukan tubuh untuk pembentukan hemoglobin. Selain itu zat besi juga berguna untuk proses regenerasi sel darah merah. Itulah sebabnya bagi orang yang sering mengalami keluhan kesehatan akibat kurang darah, disarankan sering mengkonsumsi daging bebek.

Sementara itu daging bebek juga memiliki kandungan fosfor yang lebih tinggi dibandingkan dagina ayam. Satu porsi daging bebek dapat memenuhi 36 persen kebutuhan tubuh akan fosfor setiap hari. Sedangkan daging ayam hanya mampu memenuhi 25 persen kebutuhan fosfor harian orang dewasa.

Fosfor adalah mineral yang penting bagi pertumbukan tulang dan gigi.

Meski dari beberapa nutrisi terlihat bahwa daging bebek lebih unggul, namun daging ayam mempunyai kandungan vitamin B yang lebih tinggi. Daging ayam mampu memenuhi kebutuhan vitamin B hingga 60 persen dari kebutuhan harian orang dewasa. Sedangkan daging bebek hanya dapat memenuhi 22 persen dari kebutuhan harian orang dewasa.

Vitamin B berfungsi untuk mengubah karbohidrat dan nutrisi menjadi energi. Selain itu vitamin B bermanfaat untuk mempertahankan kekebalan tubuh.

Walaupun mengandung vitamin B yang lebih banyak, namun daging ayam tidak memiliki kandungan vitamin C. Sedangkan daging bebek diketahui memiliki kandungan vitamin C dan antioksidan, meski jumlahnya tidak terlalu banyak.

Dari sejumlah hasil penelitian tersebut, terlihat bahwa daging bebek memiliki lebih banyak keunggulan. Namun dari segi pengolahan daging bebek lebih susah dimasak. Pasalnya dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengolahnya.

Selain itu daging bebek memiliki rasa dan aroma yang khas. Sehingga daging bebek harus diolah dengan bumbu dan cara yang tepat agar tidak berbau amis. 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Didin S. Damanhuri, Prof., Dr., SE., MS., DEA

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Revisi UU KPK, Ancaman Terhadap Demokratisasi oleh Oligarki Predatoris             Presiden sedang Menggali Kuburnya Sendiri             Duet Tango DPR & KPK             Utamakan Tafsir Moral ketimbang Tafsir Hukum dan Ekonomi             Langkah Menkeu Sudah Benar dan Fokuskan pada SKM 1             Industri Rokok Harus Tumbuh atau Dibiarkan Melandai             Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik