Sama-sama Mengandung Gizi, Mana yang Lebih Sehat, Daging Kambing atau Sapi
berita
Sumber Foto : surabaya.tribunnews.com
19 March 2019 17:00
Watyutink.com - Selain ayam, hewan ternak lain yang juga digemari dagingnya adalah kambing dan sapi. Daging sapi dan kambing bahkan sering disajikan dalam beragam kesempatan, baik untuk makanan sehari-hari maupun sebagai sajian saat acara-acara tertentu.

Meski demikian masih banyak orang yang ‘takut’ mengkonsumsi kedua jenis bahan makanan tersebut. Beragam alasan dikemukakan, namun sebagian besar adalah alasan kesehatan. Baik daging sapi maupun kambing dianggap mengandung zat yang ‘berbahaya’ bagi kesehatan.

Tapi, tahukah Anda, mana dari kedua daging tersebut yang lebih sehat?  

Daging sapi dan kambing, keduanya merupakan bahan makanan yang mengandung protein hewani. Kedua daging tersebut juga memilki tampilan yang sama seperti yang dimiliki umumnya jenis daging merah.

Hal yang membedakan keduanya adalah tekstur daging sapi yang lebih lembut daripada daging kambing. Selain itu kandungan gizi keduanya pun berbeda.

US Departement of Agriculture menyebutkan, daging sapi dan kambing sama-sama memiliki kandungan vitamin dan mineral yang padat. Daging sapi dan kambing, sama-sama merupakan makanan berprotein hewani tinggi, sehingga tidak heran jika keduanya memiliki banyak kandungan gizi seperti vitamin dan mineral, seperti kalsium, zink, fosfor dan vitamin B kompleks. Selain itu keduanya memiliki kandungan zat besi yang cukup tinggi.

Dalam hal kandungan gizi, kedua bahan makanan ini cukup berimbang. Dalam 100 gram daging kambing, terdapat 143 kalori, 27 gram protein dan 3 gram lemak. Sedangkan 100 gram daging sapi, terdapat 250 kalori, 26 gram protein dan 15 gram lemak.

Secara umum, kalori yang terdapat pada daging dan lemak sapi memang lebih tinggi dari daging kambing. Namun hal juga tergantung dari cara penyajiannya.

Selain kalori, kadungan zat besi dalam daging kambing dan sapi juga berbeda. Dalam 100 gram daging sapi terdapat 2,6 miligram zat besi, sedangkan daging kambing memiliki 3,7 miligram zat besi. Akan tetapi, partikel zat besi pada daging kambing lebih mudah diserap oleh pencernaan manusia.

Perbedaan kandungan zat besi juga mempengaruhi kandungan protein pada kedua daging tersebut. Akibatnya daging kambing memiliki kandungan protein dengan kualitas atau mutu serap gizi yang lebih baik dibandingkan daging sapi.

Perbedaan kedua daging tersebut juga terlihat pada kandungan kolesterol. Padahal salah satu penyebab orang menghindari mengkonsumsi daging adalah koleterol.

Penelitian menunjukkan kandungan kolestrol pada daging sapi ternyata lebih tinggi dibanding daging kambing. Dalam 100 gram daging sapi terdapat 90 miligram kolesterol lebih tinggi dibandingkan daging kambing yang mengandung 75 miligram kolesterol.

Dari jumlah beberapa kandungan gizi dalam daging sapi dan kambing, kita bisa menyimpulkan mana dari keduanya yang lebih sehat. Namun kandungan gizi tersebut bisa berubah tergantung cara masaknya. Penambahan bahan-bahan masakan, seperti santan, kacang,  atau bumbu lainnya tentu juga akan meningkatkan kandungan kalori dan memengaruhi zat gizi yang ada pada masing-masing jenis daging tersebut.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Didin S. Damanhuri, Prof., Dr., SE., MS., DEA

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB

FOLLOW US

Langkah Menkeu Sudah Benar dan Fokuskan pada SKM 1             Industri Rokok Harus Tumbuh atau Dibiarkan Melandai             Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-1)             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-2)             Perlu Revisi Undang-Undang dan Peningkatan SDM Perikanan di Daerah             Antisipasi Lewat Bauran Kebijakan Fiskal – Moneter