Sejarah Hari Ini : Pesawat Indonesia Air Asia QZ8501 Jatuh di Dekat Selat Karimata, 162 Orang Meninggal
berita
Sumber Foto : liputan6.com
28 December 2020 17:05
Watyutink.com – Hari ini, 28 Desember dikenal sebagai salah satu hari kelam bagi dunia penerbangan Indonesia. Pasalnya enam tahun lalu, tepatnya 28 Desember 2014 pesawat Airbus A320 milik Indonsia Air Aisia jatuh di Laut Jawa, dekat Selat Karimata. Pesawat yang terbang dari Bandara Juanda, Surabaya menuju Singapura itu membawa 155 penumpang dan tujuh kru pesawat.

Serpihan-serpihan pesawat baru ditemukan dua hari berikutnya, 30 Desember 2014. Saat itu ditemukan pula beberapa bagian tubuh manusia yang diperkirakan adalah tubuh para korban. Pemerintah pun menyatakan 162 orang di dalam pesawat tersebut meninggal dunia.

Peristiwa naas ini dumulai pada Minggu 28 Desember 2014 pukul 06.17 WIB. Saat itu pesawat yang baru sekitar 50 menit lepas landas dari Bandara Juanda Surabaya hilang kontak. Pesawat dengan nomor penerbangan QZ8501 diketahui berada diketinggian 37.600 kaki. Saat itu pesawat sempat berputar balik yang disertai dengan kehilangan ketinggian hingga mencapai 11.000 kaki.

Dua hari berselang atau Selasa 30 Desember 2020, tim SAR gabungan berhasil menemukan serpihan pesawat dengan nomor registrasi PK-AXC tersebut. Serpihan pesawat dan beberapa bagian tubuh korban ditemukan mengambang di perairan dekat Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Sedangkan black box atau kotak hitam pesawat baru ditemukan pada 15 hari kemudian atau Minggu 11 Januari 2015. Sebenarnya pada Rabu 7 Januari 2020 KN Jadayat berhsail mengambil visual gambar dasar laut dengan perangkat pinger locator dan robotic operated vehicle. Namun lantaran kondisi cuaca yang buruk kotak hitam baru bisa diangkat dari dasar laut pada Minggu 11 Januari 2015.

Berdasarkan hasil penyelidikan yang diumumkan setahun kemudian atau Selasa 1 Desember 2015, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengaku tidak menemukan adanya indikasi pengaruh cuaca sebagai penyebab kecelakaan pesawat Air Asia QZ8501. KNKT menyatakan jatuhnya pesawat Indonesia Air Asia akibat kerusakan sistem kemudi dan mode terbang manual.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI