Sembuhkan Paru-paru Basah dengan Air Rendaman Jehe, Jeruk, dan Daun Mint
berita
Ilustrasi/ Net
26 March 2021 17:08
Watyutink.com – Seringkali orang menganggap batuk adalah hal biasa yang tidak perlu dikhawatirkan. Minum air putih diyakini bisa menyembuhkan batuk. Kalau pun masih berlanjut, orang akan mengonsumsi obat-obatan yang banyak dijual di toko obat. 

Padahal sejatinya batuk tidak bisa dipandang remeh. Terutama jika batuk dirasakan dalam waktu lama. Batuk yang tidak kunjung sembuh bisa jadi tanda Anda terserang paru-paru basah. Jika tidak segera ditangani, penyakit paru-paru basah bisa menimbulkan akibat yang lebih parah.

Tahukah Anda, apa dan bagaimana penyakit paru-paru basah?

Paru-paru  basah dalam dunia medis disebut dengan efusi pleura adalah penyakit yang terjadi karena kelebihan cairan di pluera, yakni selaput yang melapisi dinding rongga dada. Selaput pluera terletak diantara paru-paru dan dinding rongga dada yang menjadi ‘rumah’ bagi organ paru-paru.

Penyakit paru-paru basah berbeda dengan paru-paru tenggelam atau edema paru. Paru-paru basah adalah infeksi yang menyebabkan peradangan di ronggo dada. Peradangan itu menyebabkan paru-paru dipenuhi cairan bahkan nanah. Hal inilah yang menyebabkan sesak nafas, batuk berdahak, dan demam.

Sedangkan edema paru adalah kondisi yang terjadi akibat penumpukan cairan dalam kantong paru-paru atau alveoli. Dalam kondisi normal, udara akan masuk ke dalam paru-paru saat bernafas. Pada penderita edema paru, organ paru-paru justru dipenuhi cairan. Akibatnya oksigen tidak dapat masuk ke paru-paru dan aliran darah.

Para ahli mengatakan ada beberapa hal yang menjadi penyebab paru-paru basah, seperti infeksi paru-paru atau pneumonia, tuberkolosis, dan peradangan akibat kanker paru-paru. Selain itu kondisi gagal jantung , sirosis atau gangguan fungsi hati, dan  emboli atau penyumbatan arteri paru-paru juga bisa menjadi penyebab paru-paru basah. 

Penyebab lain adalah penyakit ginjal parah yang dapat mempengaruhi bagaimana cairan disimpan dalam tubuh. Selain itu penyakit lupus dan autoimun juga bisa menyebabkan paru-paru basah.

Penderita paru-paru basah bisanya ditandai dengan beberapa gejala, seperti nyeri dada akibat batuk, sulit bernapas, demam tinggi, menggigil serta berkeringat. Selain itu penderita paru-paru basah kerap mengalami nyeri otot, jantung berdebar, hilang nafsu makan, disertai mual dan muntah. Jika menderita kondisi seperti itu, sebaiknya segera hubungi dokter.

Untuk mencegah terserang paru-paru basah bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti menerapkan pola hidup sehat. Jauhi merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol. Selalu menjaga kebersihan untuk menangkal penyebaran kuman, seperti selalu mencuci tangan. Biasakan menutup mulut saat bersin.

Untuk menjaga kesehatan paru-paru juga bisa dilakukan dengan mengonsumsi bahan-bahan alami. Selain lebih aman karena bebas bahan kimia, penggunaan bahan herbal juga mudah. Pasalnya bahan-bahan alami bisa diperoleh dengan  mudah. 

Pakar pengobatan herbal dr Zaidul Akbar berbagai resep guna menjaga kesehatan paru-paru. Penulis buku Jurus Sehat Rasulullah (JSR) menyebut bahan-bahan yang harus dipersiapkan adalah 1 ruas jahe seukuran jari orang dewasa, daun mint dan jeruk secukupnya. 

Rendam bahan-bahan tersebut dalam
500 mililiter air matang. Diamkan selama 6 hingga 12 jam. Minum air rendaman tersebut secara rutin sekali sehari sebelum makan. Jika rutin dikonsumsi, paru-paru akan menjadi lebih sehat dan terbebas dari batuk atau gangguan lainnya. 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI