Sering Dianggap Makanan Pinggiran, Thiwul Mampu Cegah Anemia, Obesitas, dan Tingkatkan Stamina
berita
Tiwul/ Net
21 March 2021 17:15
Watyutink.com – Bagi rakyat Indonesia, khususnya orang Jawa tentu sudah tidak asing lagi dengan thiwul. Makanan berbahan dasar singkong ini sudah lama dikenal sebagai makanan rakyat. Bahkan di masa kolonial hingga era perjuangan, thiwul menjadi makanan utama. Saat itu kebutuhan pokok seperti beras sangat sulit didapat. 

Saat ini rakyat Indonesia mengenal thiwul sebagai camilan atau jajanan pasar. Meski sebagian kalangan memberikannya  stereotip ‘miring.' Thiwul dianggap sebagai makanan kaum pinggiran, masyarakat kelas bawah. 

Padahal kuliner tradisional itu tidak kalah dengan makanan berbahan beras, baik rasa maupun manfaatnya bagi kesehatan. Para ahli gizi menyatakan thiwul kaya akan kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan. 

Tahukah Anda, apa manfaat thiwul bagi kesehatan?  

Thiwul atau tiwul adalah makanan yang terbuar dari gaplek, yakni singkong yang sudah dikeringkan. Meski kalorinya tidak sebanyak beras, tapi kandungan nutrisi dalam thiwul sangat beragam. Sebuah penelitian menunjukkan dalam 100 gram thiwul terdapat kandungan energi sebanyak 342 kilokalori, protein 2,3 gram, lemak 0,1 gram, dan karbohidrat 38,1 gram.

Selain itu thiwul juga memiliki kandungan mineral dan vitamin, seperti kalsium 27 miligram, fosfor 61 miligram, zat besi 61 miligram, dan vitamin B1 0,06 miligram.
Kandungan nutrisi tersebut membuat thiwul menyimpan beberapa manfaat bagi tubuh, salah satunya sebagai sumber energi tubuh.

Kalori dalam thiwul dua kali lebih banyak dibandingkan kentang. Selain itu thiwul kaya akan kandungan karbohidrat yang nantinya diolah menjadi sukrosa. Zat inilah yang menjadi sumber utama energi yang mendukung tubuh melakukan aktivitas sehari-hari.

Singkong yang menjadi bahan dasar pembuat thiwul dikenal kaya akan kandungan vitamin B kompleks. Selain itu singkong kaya akan kandungan thianim, folates, piridoksin, asam pantotenat, dan riboflavin yang bermanfaat untuk membantu pertumbuhan tubuh.  Zat-zat tersebut juga dapat memperoduksi sel darah merah guna mencegah penyakit anemia atau kurang darah.

Selain itu singkong juga memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Jika dibandingkan kentang, ubi, dan pisang, kandungan protein dalam singkong lebih banyak. Oleh karena itu thiwul dapat membantu meningkatkan daya tahan otot.

Sedangkan kandungan mineral dalam singkong seperti seng, tembaga, magnesium dan zat besi dapat menghindarkan tubuh dari berbagai penyakit seperti reumatik, diare, demam, sakit kepala, dan cacingan. Selain itu singkong juga bermanfaat untuk meningkatkan stamina.

Bagi Anda yang sedang menjalani program diet atau penurunan berat badan, thiwul adalah pilihan tepat. Pasalnya thiwul memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi sehingga cocok digunakan sebagai pengganti nasi. Sedangkan kandungan serat dalam thiwul membuatnya mudah dicerna dan kenyang lebih cepat.

Melihat beragam manfaat tersebut rasanya sangat disayangkan jika saat ini makanan keberadaan thiwul mulai dilupakan. Itulah sebabnya tidak ada salahnya kita membiasakan mengonsumsi makanan ini. Selain meningkatkan kesehatan, makan thiwul juga melestarikan budaya Nusantara.  

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI