Sering Dipandang Remeh, Oncom Terbukti Menyehatkan Pencernaan dan Menurunkan Kolesterol
berita

15 April 2019 18:00
Watyutink.com – Banyak orang yang menganggap remeh oncom. Mereka mengira oncom adalah bahan makanan ‘kelas dua.’ Tampilan oncom yang terkesan tidak menarik membuat orang tidak tertarik mengolah oncom menjadi menu makan sehari-hari.

Padahal sejatinya oncom adalah bahan makanan yang sehat. Pasalnya oncom dipercaya banyak mengandung zat gizi yang bermanfaat bagi kesehatan manusia.

Tahukah Anda, apa saja zat gizi dalam oncom dan apa pula manfaatnya bagi kesehatan?

Oncom adalah bahan makanan yang berasal dari proses fermentasi kapang atau jamur. Proses pembuatannya mirip dengan tempe. Bedanya, jika tempe bisa diolah sebelum kapang menghasilkan spora. Sedangkan oncom dikatakan siap diolah saat kapang sudah menghasilkan spora.

Proses fermentasi dalam pembuatan oncom dapat mengurai struktur kimia dari bahan baku pembuatannya menjadi senyawa yang mudah dicerna dan dimanfaatkan oleh tubuh.

Oncom diketahui memiliki kandungan gizi yang beragam, seperti karbohidrat, protein, lemak, serat, air, zat besi, kalium, serta natrium. Dalam 100 gram oncom terdapat kandungan air sebanak  87,46 persen, energi sebesar 187 kilokalori, protein 13 gram lemak 6 gram, dan karbohidrat 22,6 gram. Oncom juga mengandung berbagai mineral seperti kalsium sebesar 96 miligram, fosfor 115 miligram, dan zat besi 27 miligram serta vitamin B1 sebesar 0,09 miligram

Dengan kandungan nutrtisi tersebut oncom memiliki beragam manfaat, antara lain berguna untuk mencegah perut kembung. Pasalnya saat berfermentasi, kapang dapat menghasilkan enzim alpha galaktosidasse yang bisa mengurai rafinoda dan stakhioosa pada level yang lebih rendah. Proses tersebut diyakini dapat mencegah terjadinya gas dalam perut yang menjadi penyebab kembung.

Selain itu oncom juga dapat menekan produksi racun aflatoksin yang dikenal sebagai salah satu pemicu terjadinya kanker dalam tubuh.

Oncom juga bermanfaat untuk menyehatkan sistem pencernaan. Degradasi yang dilakukan kapang saat proses fermentasi dapat menyebabkan beberapa oligosakarida sederhana seperti sukrosa, rafinosa, dan stakhiosa menurun pesat. Rafinosa dan stakhiosa diketahui dapat menyebabkan gejala flatulensi yang muncul bila seseorang mengonsumsi kedelai maupun kacang tanah.

Sedangkan kandungan karbohidrat dan protein dalam oncom dapat menjadi sumber gizi dan energi bagi tubuh. Selain itu kandungan gizi pada oncom juga baik untuk pertumbuhan jaringan tubuh pada janin.

Rutin mengkonsumsi oncom dipercaya dapat meningkatkan sistem imun atau kekebalan tubuh atau. Pasalnya senyawa yang terkandung dalam oncom mampu melindungi organ tubuh dari serangan jamur, viurs, kuman, dan bakteri yang terbawa oleh radikal bebas, makanan, maupun udara.

Kandungan retinol dan asam rerinoat dalam oncom diyakini dapat melancrkan peredaran darah dan meningkatkan kesehatan pembuluh darah dalam tubuh. Hal ini dapat mencegah timbulnya peradangan akibat darah kotor seperti jerawat dan bisul.

Para peneliti juga menyebut oncom terbukti dapat mengurangi kadar kolesterol. Kandungan protein dan serat dalam oncom dapat merangsang produksi rantai pendek asam lemak oleh mikroflora usus. Hal ini sangat berpengaruh pada pengurangan kolesterol dalam jumlah yang cukup signifikan.

Namun sebelum mengkonsimsinya, pastikan oncom dalam kondisi segar. Pasalnya oncom hanya mampu bertahan selama satu atau dua hari. Selebihnya, oncom akan mengalami kerusakan. Selain itu kandungan protein dalam oncom yang lebih dari dua hari akan berubah menjadi ammonia yang membuatnya tidak layak dikonsumsi.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Didin S. Damanhuri, Prof., Dr., SE., MS., DEA

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB

FOLLOW US

Langkah Menkeu Sudah Benar dan Fokuskan pada SKM 1             Industri Rokok Harus Tumbuh atau Dibiarkan Melandai             Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-1)             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-2)             Perlu Revisi Undang-Undang dan Peningkatan SDM Perikanan di Daerah             Antisipasi Lewat Bauran Kebijakan Fiskal – Moneter