Sinar Matahari, Sumber Kesehatan Gratis yang Jarang Dimanfaatkan
berita
Sumber Foto : Istimewa
20 May 2019 17:15
Watyutink.com – Selama ini banyak orang yang menghindari sinar matahari. Kekhawatiran kulit menghitam seringkali menjadi alasannya. Berbagai cara pun dilakukan agar terhindar dari terkena sinar matahari secara langsung. Mulai dari menggunakan payung, topi, hingga mengoleskan krim tabir surya atau sunblock.

Padahal sesungguhnya sinar matahari sangat baik bagi kesehatan. Bahkan tubuh membutuhkan paparan sinar matahari.

Tahukah Anda, mengapa tubuh harus terkena sinar matahari dan apa pula manfaatnya bagi kesehatan manusia?

Sinar matahari, terutama di pagi hari diketahui sangat baik bagi kesehatan tubuh. Pasalnya sinar matahari banyak mengandung vitamin D. Terlebih vitamin D tersebut bisa diperoleh secara gratis alias tidak bayar.  

Selain itu sinar matahari pagi juga dapat membantu membunuh mikro bakteria. Bersyukurlah kita tinggal di Indonesia yang beriklim tropis. Kita bisa mendapatkan sinar matahari selama setahun penuh. Hal ini berbeda dengan negara-negara Eropa, dimana matahari hanya bersinar disaat-saat tertentu saja.

Anehnya, kesadaran akan manfaat sinar matahari dinegara-negara tropis ternyata justru rendah. Dr Susy Herwaty MKes, seorang ahli  Aesthetic & Anti-aging,  menceritakan sebuah fakta menarik. Nilai tes defisiensi vitamin D penduduk negara-negara tropis, seperti Indonesia, Mesir, dan negara Timur Tengah ternyata cukup rendah, hanya sebesar 9,9 dari seharusnya 30 – 100. Bahkan perempuan Indonesia rata-rata mempunyai nilai defisiensi vitamin D antara 3 hingga 6 saja. Ternyata penyebabnya adalah perempuan di negara tropis justru menghindari sinar matahari.

Hal ini berbeda dengan orang-orang Eropa yang justru menanti kapan bisa mendapat sinar matahari. Saat matahari bersinar, mereka berlomba-lomba berjemur. Sinar matahari seolah menjadi barang mewah bagi mereka.

Sinar matahari memang layak dianggap sebagai barang mewah. Pasalnya sinar matahari mempunyai baragam manfaat bagi tubuh. Selain sebagai sumber vitamin D, sinar matahari juga bisa menurunkan kadar gula darah.

Sinar matahari adalah insulin alami yang dapat membantu penyerapan glukosa oleh sel-sel tubuh. Hal inilah yang merangsang tubuh untuk mengubah gula darah menjadi glycogen. Selanjutnya glycogen akan disimpan di hati dan otot. Proses inilah yang menyebakan turunnya kadar gula darah.

Sinar matahari diketahui juga dapat mengontrol kadar kolesterol dalam darah. Sinar matahari dapat mengubah kolesterol di bawah kulit menjadi vitamin D. Otak dan tubuh kemudian memberikan sinyal kepada kolesterol yang untuk keluar dari darah menuju ke kulit. Proses inilah yang menyebabkan kadar kolesterol dalam darah selalu terkontrol.

Sejak lama sinar matahari diketahui dapat memperbaiki dan menyebatkan tulang. Sinar matahari diketahui dapat meningkatkan penyerapan kalsium dalam tubuh. Hal ini berakibat baik bagi pembentukan dan perbaikan tulang. Selain itu sinar matahari dapat mencegah penyakit seperti rakhitis dan osteomalacia.

Sinar matahari juga mempunyai efek baik bagi kesehatan organ pernafasan. Pasalnya sinar matahari dapat meningkatkan kapasitas darah dalah membawa oksigen yang harus disalurkan ke jaringan yang dalam tubuh. Selain itu sinar matahari dapat meningkatkan jumlah glikogen yang berakibat pernafasan menjadi semakin bugar.

Sinar matahari juga terbukti membuat tidur lebih nyenyak. Pasalnya sinar matahari dapat meningkatkan produksi hormon melatonin yang berfungsi membantu tidur nyenyak dimalam hari. Semakin banyak tubuh terkena sinat matahari, semakin banyak pula hormon melatonin diproduksi. Semakin banyak hormon ini diproduksi, semakin nyanyak pula tidur seseorang dimalam hari.

Setelah mengetahui beragam manfaat tersebut, masikah Anda malas dan takut terkena sinar matahari?

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Defiyan Cori, Dr.

Ekonom Konstitusi

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

FOLLOW US

Revisi Aturan-aturan yang Tidak Pro Kepada Nelayan!             Kebijakan KKP yang Baru Harus Didukung             Figur Menjadi Penting untuk Melaksanakan Dua Peran BUMN             Restrukturisasi, Reorganisasi untuk Efisiensi dan Efektivitas BUMN             Kembalikan Proses Pemilihan Pejabat BUMN kepada Spirit Reformasi             Tidak Pada Tempatnya Meragukan Data BPS             Harus Disadari, Ada Akar Masalah yang Tidak Diselesaikan             Sektor Konsumsi Harus Tetap Didorong             Data Angka Konsumsi dan Investasi Masih Menunjukkan Peningkatan             Rakyat Harus Diuntungkan dalam Jangka Pendek