Suka Atasi Masuk Angin Suka dengan Kerokan? Hati-hati, Meski Ampuh tapi Berisiko Sebabkan Stroke dan Iritasi Kulit
berita
Ilustrasi/ Net
11 October 2021 08:00
Watyutink.com – Salah satu pengobatan tradisional yang sangat dikenal orang Indonesia adalah kerokan. Biasanya kerokan dilakukan untuk menyembuhkan masuk angin. Cara sederhana itu ternyata cukup ampuh mengusir masuk angin. Terbukti banyak orang sembuh setelah dikerok.

Kerokan bahkan tidak hanya dilakukan untuk mengusir masuk angin. Saat kondisi badan sedang ‘tidak enak’  kerokan juga bisa dilakukan. Lagi-lagi cara ini terbukti ampuh membuat tubuh menjadi lebih enak.

Meski kerokan terbukti ampuh menyembuhkan beberapa penyakit, ternyata cara ini sebenarnya tidak direkomendasikan. Pasalnya terdapat beberapa risiko kesehatan yang bisa muncul akibart kebiasaan melakukan kerokan.

Tahukah Anda, apa saja risiko yang bisa muncul akibat kebiasaan melakukan kerokan?

Kerokan adalah pengobatan alternatif yang dilakukan dengan mengerok kulit tubuh dengan benda yang terbuat dari logam, biasanya uang koin. Dalam bahasa lain, kerokan juga dikenal di beberapa negara, seperti  di Cina dikenal dengan istilah gua sha, sedangkan orang Vietnam menyebutnya cao gio.

Kerokan dapat merangsang sirkulasi jaringan lunak dan aliran darah menjadi lancar. Selain itu, kerokan dapat memperbaiki metabolisme dan membantu mengatasi peradangan yang sering menjadi pemicu nyeri atau pegal. Area yang dikerok akan terlihat memar dan berwarna kemerahan. Akibatnya area itu akan terasa lebih hangat sehingga tubuh menjadi lebih relaks.

Selain masuk angin, kerokan dapat meredakan beragam penyakit seperti nyeri leher bahkan kerokan lebih efektif dibandingkan menempelkan koyo atau menggunakan bantal pemanas. Selain itu kerokan dapat meredakan sakit kepala dan migrain, pembengkakan payudara.

Kerokan juga mampu mengatasi Sindrom Tourette seperti seperti kedutan berulang  di wajah, gangguan pada tenggorokan dan suara, Sindrom Perimenopause seperti insomnia, kecemasan, mudah lelah, serta jantung berdebar-debar atau hot flushes.

Meski tergolong aman, namun kerokan juga mempunyai risiko gangguan kesehatan. Dikutip dari Alodokter, terdapat beberapa alasan mengapa kerokan tidak disarankan dilakukan. Diantaranya lantaran kerokan bisa menyebabkan pori-pori melebar. Pasalnya saat dikerok, kulit akan bergesekan secara langsung dengan benda tumpul. Pelebaran pori-pori berisiko masuknya bakteri dan virus ke dalam peredaran darah. Hal ini tentu saja mengundang penyakit.  

Kerokan juga bisa menyebabkan iritasi pada sel kulit. Jika sering dilakukan bisa menyebabkan kulit terkikis. Padahal kulit adalah pertahanan pertama tubuh dari kuman atau bakteri penyebab berbagai penyakit.

Kerokan juga berpotensi menyebabkan stroke. Saat dikerok, pembuluh darah akan melebar dan berpotensi mengalai pecah. Pada beberapa kasus, kulit yang dikerok tidak lagi berwarna merah melainkan biru atau ungu. Hal ini menandakan pembuluh darah kapiler telah pecah.

Apabila kerokan terus dilakukan, bisa menyebabkan stroke baik ringan maupun berat. Selain itu perubahan aliran darah kecil ke besar sangat berbahaya dan bisa menganggu kesehatan dalam jangka panjang.

Pada beberapa kasus, bukannya sembuh setelah dikerok, masuk anging justru semakin parah. BUkannya menjadi sehat, penderita justru mengalami pusing, mual, dan muntah

Wanita hamil sangat tidak disarankan melakukan kerokan. Pasalnya kerokan membuat tubuh memproduksi hormon sitoksin yang lebih banyak. Padahal hormon tersebut berisiko menyebabkan kontraksi dan berakibat bayi lahir prematur.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF