Tak Selamanya Daging Kepiting Berbahaya, Banyak Manfaatnya Bagi Kesehatan
berita
Sumber Foto: viva.co.id
24 February 2019 17:30
Watyutink.com - Selama ini banyak orang takut makan kepiting. Pasalnya daging hewan laut ini dipercaya mengandung kolesterol tinggi. 

Namun, ternyata daging kepiting tidak selamanya berbahaya. Para ahli menyebut daging kepiting mengandung banyak nutrisi dan gizi yang bermanfaat bagi kesehatan. 

Tahukah Anda apa saja nutrisi dan gizi yang terkandung dalam daging kepiting? 

Data yang diperoleh dari laman panganku.org diketahui bahwa dalam 100 gram daging kepiting terkandung zat gizi berupa energi sebanyak 151 kalori, Protein 13,8 gram, lemak 3,8 gram, kalsium 210 miligram, dan fosfor 250 miligram.selain itu juga mengandung vitamin A 61 miligram, vitamin B1 0,05 miligram, serta kolesterol 78 miligram.

Selain itu daging kepiting juga mengandung nutrisi lain yang sama pentingnya seperti asam folat, vitamin B kompleks, serta berbagai mineral seperti kalium, magnesium, zat besi, yodium, selenium, zinc, dan mangan.

Daging kepiting juga kaya akan lemak dalam bentuk omega-3. Mengonsumsi 100 gram daging kepiting sama dsmgam memenuhi 45 persen kebutuhan omega-3 dalam sehari. Padahal Zat gizi omega-3 tidak diproduksi oleh tubuh. Itulah mengonsumsi daging kepiting dapat membantu memenuhi kebutuhan asupan omega-3.

Dengan kandungan nutrisi dan gizi yang beragam, daging kepiting diyakini bermanfaat untuk kesehatan, salah satunya untuk memelihara kesehatan jantung.

Lemak seringkali dianggap sebagai penyebab penyakit jantung. Tapi lemak pada daging kepiting merupakan omega-3 yang justru dapat membantu memelihara kesehatan jantung Anda.

Omega-3 dapat membantu tubuh menyeimbangkan kadar kolesterol, menurunkan tekanan darah, serta menurunkan risiko penyumbatan plak kolesterol pada pembuluh darah sehingga tubuh terlindungi dari risiko stroke dan penyakit jantung.

Dilansir dari Healthline, kandungan omega-3 dan vitamin B-12 dalam daging kepiting sangat bermanfaat untuk memelihara kesehatan otak. Beberapa penelitian pun menunjukkan bahwa kedua zat gizi tersebut berperan penting dalam perkembangan otak anak dan memelihara fungsi otak pada orang dewasa.

Seperti halnya buah-buahan, daging kepiting juga kaya vitamin C. Itulah sebabnya daging kepiting juga bermanfaat bagi sistem kekebalan tubuh. Terlebih daging kepiting memiliki kandungan selenium yang dapat merangsang aktivitas sistem kekebalan tubuh. Selain itu selenium juga berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi tubuh dari penyakit akibat peradangan seperti artritis, asam urat, dan penyakit pada saluran pencernaan.

Bagi Anda yang sedang diet, daging kepiting adalah pilihan yang tepat untuk menurunkan berat badan. Bahan makanan ini rendah kalori tapi kaya protein dan lemak ‘baik’. Keduanya akan membuat Anda merasa kenyang lebih lama dan mencegah Anda mengonsumsi makanan secara berlebihan.

Namun untuk bisa menikmati dan memperoleh manfaatnya, kita harus cermat dalam memilih daging kepiting. Konsumsilah dalam jumlah wajar, gunakan metode memasak yang lebih sehat, dan perhatikan apakah ada reaksi alergi setelah mengonsumsinya.

Jika mengonsumsinya dengan tepat, daging kepiting bisa menjadi salah satu sumber protein hewani terbaik yang Anda konsumsi.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Didin S. Damanhuri, Prof., Dr., SE., MS., DEA

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Revisi UU KPK, Ancaman Terhadap Demokratisasi oleh Oligarki Predatoris             Presiden sedang Menggali Kuburnya Sendiri             Duet Tango DPR & KPK             Utamakan Tafsir Moral ketimbang Tafsir Hukum dan Ekonomi             Langkah Menkeu Sudah Benar dan Fokuskan pada SKM 1             Industri Rokok Harus Tumbuh atau Dibiarkan Melandai             Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik