Takut Disuntik, Mungkin karena Keturunan
berita

27 November 2018 17:00
Anda takut disuntik? Meski terdengar aneh, ternyata banyak orang yang takut disuntik atau lebih tepat diakatakan takut jarum suntik. Bukan hanya anak-anak tetapi orang dewasa pun takut jarum suntik.

Tahukah Anda, sekitar 22 persen manusia takut jarum suntik. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari trauma hingga faktor keturunan.

Meski belum diketahui secara pasti, para peneliti menyatakan fobia jarum suntik disebabkan faktor keturunan. Jadi jika Anda takut jarum suntik bisa jadi orang tua Anda pun mengalami hal sama. Besar kemungkinan anak Anda pun takut disuntik.

Namun rasa takut jarum suntik lebih banyak disebabkan karena bayang-bayang rasa sakit daripada faktor keturunan. Beberapa psikolog mengatakan rasa takut disuntik berawal dari pikiran bahwa luka tusukan sangat berbahaya bahkan mematikan.

Selain itu rasa sakit saat jarum suntik menembus kulit dan daging bisa menyebabkan fobia ini. Terutama bagi orang yang pernah mengalami trauma semacam itu, misalnya saat masih kecil pernah disuntui dokter dengan tidak lembut. Rasa sakit yang terasa akan menjadi trauma yang selalu teringat bahkan sampai dewasa.

Rasa takut jarum suntik harus dihilangkan. Pasalnya ada beberapa kondisi dimana kita harus disuntik. Jika takut disuntik bisa jadi proses penyembuhan bisa terkendala.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FOLLOW US

Tarik Investasi Tak Cukup Benahi Regulasi             Tidak Bijak Membandingkan Negara Lain             Semangat Reformasi Perpajakan             People Power and Power of Love             Polisi Tak Boleh Berpolitik             Laksanakan Reformasi Perpajakan Secara Konsekuen             Tunjukkan Sikap Politik yang Matang             Menagih Janji Deregulasi dan Perbaikan Infrastruktur Investasi             Perlu Inventarisasi Perundangan dan Peraturan             Bukan Jumlah Peraturan Tapi Korupsinya Yang Penting