Ternyata Menggelitiki Telinga Sangat Baik untuk Kesehatan Jantung, Paru-paru, dan Pencernaan
berita

31 July 2019 17:00
Watyutink.com – Pernahkah Anda melihat orang sedang duduk santai sambil menggelitiki telinga. Biasanya menggunakan bahan yang lunak, seperti bulu ayam. Atau Anda sendiri sering melakukannya? Jika benar, jangan hentikan kebiasaan tersebut. Pasalnya kebiasaan menggelitiki telinga ternyata membawa dampak yang baik terhadap kesehatan.

Tahukah Anda, mengapa menggelitiki telinga bisa menyehatkan tubuh?

Sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Brain Stimulation menyebutkan bahwa telinga bukan hanya berfungsi sebagai organ pendengaran. Telinga juga bisa digunakan untuk mengurangi rasa sakit. Caranya dengan menggelitikinya saat terserang sakit. Selain itu menggelitiki telinga juga dapat meningkatkan kesehatan jantung.

Menggelitiki telinga ternyata memiliki efak yang sama dengan stimulasi eletrik pada tragus atau bagian menonjol dari telinga bagian depan yang dekat dengan pipi. Bagian telinga yang berbentuk segitiga kecil itu diketahui dapat membantu menyesuaikan laju denyut jantung. Stimulasi pada tragus dapat menghindarkan jantung berdenyut terlalu keras.  

Jennifer Clansy, peneliti dari  University of Leeds, Inggris menyebut denyut jantung tidak berkerja secara tunggal. Jennifer menyatakan denyut jantung berinteraksi dengan lingkungannya sehingga bisa bertambah cepat atau lambang sesuai kebutuhan. Jantung yang berdenyut secara konstan atau tetap justru tidak baik. Itulah sebabnya stimulasi pada saraf diyakini dapat meningkatkan variablitasnya hingga 20 persen.

Penelitian yang dimuat indiatimes.com mencoba membuat gerakan menggelitik kecil menggunakan sebuah alat elektrik. Hasilnya gerakan menggelitik tersebut memberi efek positif yang bisa mempengaruhi sistem saraf vagus, yakni saraf utama yang terdapat pada jantung. Rasa geli yang timbul akibat gelitikan dapat berfungsi sebagai stimulasi yang dapat mengurangi ketegangan dan tekanan di jantung.

Selain itu rangsangan atau stimulasi tersebut juga bisa mendukung kerja saraf simpatik. Akibatnya jantung akan menghasilkan hormon adrenalin yang baik untuk kesehatan.

Menggelitiki telinga juga bisa bermanfaat bagi kesehatan organ tubuh lainnya seperti paru-paru dan pencernaan. Selain itu tekanan darah juga bisa lebih stabil dengan kebiasaan menggelitiki telinga. Pasalnya rasa geli yang timbul saat telinga digelitiki akan membuat saraf vagus ‘mengembara’ dan mentransmisikan informasi dari otak ke organ-organ tubuh tersebut.

Ternyata hal sederhana seperti menggelitiki telinga juga ada manfaatnya. Selain membuat kita jadi rileks, menggelitiki telinga juga bisa menyehatkan tubuh. Namun perlu diingat, telinga adalah organ yang sangat penting. Terdapat banyak bagian telinga yang sangat kecil dan tidak terlihat dari luar daun telinga.

Itulah sebabnya menggelitiki telinga harus dilakukan dengan hati-hati. Selain itu gunakan alat atau bahan yang benar-benar aman. Bulu ayam yang lunak atau cotton bud yang lembut mungkin bisa dijadikan pilihan. Lakukan perlahan-lahan sambil mata merem melek. Hhmmm....

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Zaman Zaini, Dr., M.Si.

Dosen pascasarjana Institut STIAMI, Direktur Sosial Ilmu Politik CPPS (Center for Public Policy Studies), Staf Khusus Bupati MURATARA Sumsel

YB. Suhartoko, Dr., SE., ME

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan Unika Atma Jaya Jakarta

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Pemerintah Daerah Harus Berada di Garda Terdepan             Tegakkan Aturan Jarak Pendirian Ritel Modern dengan Usaha Kecil Rakyat             Konsep Sudah Benar, Implementasinya Gagal             Tugas Terbesar Negara, Mencerdaskan Bangsa!             Indonesia Butuh Terobosan-terobosan Progresif Bidang SDM             Penekanan pada Memobilisasi Kapasitas Modal Manusia Lokal Secara Otentik             Meritokrasi vs Kabilisme             Kendalikan Harga Pangan untuk Menekan Inflasi             Utang Semakin Besar, Kemampuan Membiayai Pembangunan Berkurang             Perhatikan Belanja Non K/L yang Semakin Membesar