Tidak Hanya Mengasyikan, Kuaci juga Menyehatkan, Bisa Sehatkan Tulang, Kulit dan Cegah Kanker
berita

09 September 2019 16:20
Watyutink.com – Siapa yang tidak kenal kuaci. Bersama kacang, kuaci ini adalah teman paling tepat menemani saat begadang atau sekedar ngobrol bareng teman. Bentuknya yang kecil mengundang sensasi tersendiri saat mengunyahnya.

Ternyata kuaci bukan hanya mengasyikkan, tapi juga menyehatkan. Pasalnya makanan kecil yang bikin ketagihan ini memiliki beragam kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan.

Tahukah Anda, apa saja manfaat kuaci bagi kesehatan?

Ada beberapa jenis kuaci yang banyak ditemui di pasaran. Jenis itu berdasarkan bahan baku pembuat kuaci. Ketiganya adalah kuaci bunga matahari, kuaci biji semangka, dan kuaci biji labu. Ketiga jenis kuaci tersebut diketahui mengandung beragam nutrisi, seperti lemak tak jenuh atau lemak baik, asam linoleat, vitamin E,vitamin B, fosfor, kalium, kalsium, natrium, magnesium dan folat. Selain itu kuaci juga mengandung asam amino, serat, protein, asam klorogenat, zinc, fenol, selenium dan Tryptophan

Beragam nutrisi dan mineral dalam kuaci membuatnya bermanfaat bagi kesehatan. Salah satunya untuk mencegah penyakit kanker. Kandungan selenium dalam kuaci dipercaya dapat menurunkan risiko serangan berbagai jenis kanker seperti kanker kolon, kandung kemih, dan prostat.

Selenium terbukti memicu perbaikan DNA dan sintesis dalam sel yang rusak. Hal inilah yang membuat selenium mampu menghambat petumbuhan dan mematikan sel kanker.

Kuaci juga baik untuk kesehatan tulang. Pasalnya kuaci memiliki kandungan mineral yang baik untuk pertumbuhan dan kesehatan tulang, seperti kalsium, magnesium, dan tembaga. Selain itu kandungan vitamin E dalam kuaci bermanfaat meredakan rasa nyeri akibat rematik.

Vitamin E dalam kuaci juga bermanfaat menyehatkan kulit. Pasalnya vitamin E dapat melindungi kulit dari paparan dan efek negatif dari sinar ultraviolet matahari. Vitamin E juga baik untuk kesehatan jantung. Pasalnya vitamin E berfungsi sebagai antioksidan yang bisa menyingkirkan kolesterol jahat pemicu penyakit jantung. Selain itu, vitamin E juga membantu menetralisir radikal bebas untuk menjaga kesehatan otak dan sel membran dalam melawan peradangan dan pembengkakan.

Kuaci juga berfungsi untuk menurunkan kolesterol dalam tubuh. Pasalnya kuaci diketahui memiliki kandungan senyawa pitosterol yaitu senyawa tumbuhan yang memiliki struktur kimia sangat mirip dengan kolesterol. Disamping mampu mengurangi kadar kolesterol  senyawa pitosterol juga dapat menambah sistem imun atau kekebalan tubuh.

Kuaci juga mempunyai fungsi sebagai obat penenang. Sebuah penelitian membuktikan kandungan magnesium dalam kuaci menimbulkan efek rileks bagi orang yang mengonsumsinya. Itulah sebabnya mengonsumsi kuacio dapat menghindarkan diri dari sters dan migrain.

Selain itu kandungan magnesium juga bisa mengurangi penyakit asam  dan menurunkan risiko serangan hipertensi atau darah tinggi. Magnesium dalam kuaci juga bermanfaat mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.

Sedangkan kandungan folat  menjadikan kuaci dapat membantu pertumbuhan sel-sel darah merah. Akibatnya metabolisme tubuh menjadi lebih baik dan menjaga kadar homosisten dan asam amino tubuh agar tetap dalam keadaan normal. (cp)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Robin, S.Pi., M.Si.

Dosen Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Kandidat Doktor IPB, Tenaga Ahli Komisi IV DPR-RI

FOLLOW US

Revisi UU KPK, Ancaman Terhadap Demokratisasi oleh Oligarki Predatoris             Presiden sedang Menggali Kuburnya Sendiri             Duet Tango DPR & KPK             Utamakan Tafsir Moral ketimbang Tafsir Hukum dan Ekonomi             Langkah Menkeu Sudah Benar dan Fokuskan pada SKM 1             Industri Rokok Harus Tumbuh atau Dibiarkan Melandai             Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik