Tujuh Fakta Hantu Laut Bernama ‘Denjaka”
berita
http://www.bhayangkarautama.com
01 July 2019 11:40
Watyutink.com - Detasemen Jalamangkara atau dikenal dengan ’Denjaka’ adalah pasukan elite TNI Angkatan Laut yang bertugas untuk penanggulangan teror di laut. Pasukan Denjaka dilengkapi dengan satu tim markas, satu tim teknik dan tiga tim tempur. Kemampuan tempur Denjaka tidak perlu diragukan lagi karena sudah memiliki kesiapan operasional mobilitas cepat, kerahasiaan dan pendadakan yang tertinggi dimana medan operasinya berupa kapal-kapal, instalasi lepas pantai serta daerah pantai.

Tahukah Anda, ada tujuh fakta menarik mengenai Denjaka yang harus kamu ketahui?

Denjaka memiliki IQ super diatas rata-rata

Dengan IQ tinggi diatas rata-rata Denjaka memiliki kemampuan yang lebih, bahkan satu orang pasukan Denjaka setara dengan 120 orang pasukan TNI biasa. Wah, menarik bukan? Pantas saja kalau Denjaka menakutkan bagi negara lain, menimbulkan deterrence effect.

Seluruh kegiatan operasi Denjaka bersifat rahasia

Jadi wajar saja jika kamu tidak tahu apa saja operasi yang dilakukan oleh Denjaka. Hidup di laut dan bertanggungjawab atas penanggulangan teror di laut tentu saja harus memiliki kemampuan menyelam yang bagus nih. Belum lagi kegiatannya terkait aksi anti teror tidak mungkin kan di publikasikan?

Menjalani proses pelatihan superketat

Pendidikan dan pelatihan hanya mendapat porsi 20 persen di kelas dan sisanya dilepas di alam bebas. Untuk bertahan hidup Denjaka harus survive dalam menghadapi terpaan ombak yang bahkan bisa menenggelamkan perahu nelayan, namun mereka harus meloloskan diri ditambah menyelamatkan seluruh anggota. Kebayang dong ya, kemampuan Denjaka ini bukan main-main.

Pendidikan dilaksanakan selama Sembilan bulan

Pendidikan yang harus dilalui Denjaka bukan hanya soal laut saja, meski pasukan anti teror di laut namun mereka dituntut untuk bisa melewati latihan darat, laut dan udara. Hal ini bertujuan untuk menciptakan pasukan intai amfibi paling handal.

Latihan Denjaka termasuk mengerikan

Bayangkan dilaut harus bisa berenang dengan posisi kaki dan tangan terikat. Bahkan dilepas di hutan dengan berbekal garam saja dan harus bisa bertahan hidup, bahkan air minum juga tidak dibekali. Latihan ini bukan iseng lho ya, tujuannya agar pasukan terbiasa dan bisa melarikan diri dari musuh jika keadaan tidak baik.

Latihan terjun payung di malam hari

Jika kita melihat ada latihan terjun payung di siang hari, sudah biasa. Namun Denjaka diharuskan berlatih udara pada malam hari. Hal ini ditujukan agar siap jika kondisi memaksakan harus menyerang atau masuk ke daerah lawan pada malam hari. kebayang nggak sih harus terjun payung malam-malam nan gelap.

Terdiri dari gabungan beberapa pasukan

Pasukan prajurit Denjaka berasal dari berbagai personel Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) dan Komando Pasukan Katak (Kopaska) yang dilatih beberapa aspek laut. Tak heran jika sudah melalui pelatihan super ketat satu orang prajurit Denjaka memiliki kemampuan setara ratusan orang.

Nah, tujuh tersebut fakta yang harus anda ketahui tentang Denjaka. Namanya, sih cute ya, Denjaka semacam nama anak muda yang manis dan gagah namun aksinya luar biasa membanggakan, bahkan bisa membuat gentar pasukan negara lain. Bangga dong jadi Indonesia.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

FOLLOW US

Polisi Tunduk Pada Hukum             Inovasi Kebijakan yang Tidak Menjual             Kebijakan Tergantung Tujuan Awalnya             Kebaya Tak Perlu Dipertanyakan             Penggalian Nilai Budaya Dibalik Kebaya             Berkebaya Adalah Kesadaran             Penangkapan Faisol Tidak Berdasar             Lembaga Negara Bukan Pemungut Upeti!             Cost Recovery Bukan dari APBN             Blok Masela, Akankah mengulang sejarah Freeport?