Tujuh Pelacur Paling Berperan Dalam Sejarah
berita
variety.com
25 August 2019 12:00
Watyutink.com - Pelacur, identik dengan perempuan cantik dan lihai. Sering digunakan sebagai alat politik bahkan perang, dalam melakukan negosisasi peran pelacur tak pernah padam. Tengok saja film Game of Thrones yang banyak menonjolkan peran pelacur cantik.

Tahukah Anda, tujuh pelacur ini berperan dalam sejarah kemanusiaan?

Rahab, Yeriko. Nama perempuan jarang sekali disebutkan dalam Alkitab, namun Rahab ini merupakan salah satu nama perempuan yang tercatat. Rahab merupakan seorang pelacur sekaligus pemilik rumah pelacuran di Kota Yeriko.

Ketika Yeriko sedang dikepung oleh bangsa Israel dibawah pimpinan Yosua, diperintahkan dua mata-mata (intelijen) untuk menengok kondisi dalam kota. Dua orang tersebut disembunyikan oleh Rahab ketika hampir tertangkap.

Sebagai tanda agar tidak ikut dibunuh Rabah memasang tanda merah (ada yang menyebutkan lampu merah) di depan rumah sebagai tanda teman. Konon, sejak saat itu juga rumah pelacuran memasang lampur merah hingga saat ini.

Su Xiao Xiao, China. Perempuan cantik ini hidup pada zaman dinasti Qi. Meski berprofesi sebagai seorang pelacur, Xiao dikenal dengan kecantikan dan kecerdasannya. Bahkan Xiao tercatat sebagai seniman yang mahir membuat puisi.

Banyak karya Xiao yang dikenal dan dikenang oleh masyarakat China. Sayangnya Xiao berumur pendek, ketika berusia 19 tahun penyakit ganas merenggut jiwanya.

Veronica Franco, Italia. Veronica adalah perempuan muda, cantik dan terdidik. Pernikahan pertamanya dengan seorang dokter namun berakhir dengan perceraian. Karena alasan ekonomi, Veronica terjun ke dalam dunia pelacuran untuk bertahan hidup.

Sementara menjalani perannya sebagai pelacur, Veronica juga menghabiskan waktunya untuk menulis beberapa buku berisi puisi-puisi. Karena sebagai pelacur sekaligus sebagai penulis Veronica menjadi kaya raya di zamannya, bahkan dia dikenang karena menyumbangkan sebagian hartanya kepada anak-anak miskin.

Thais,Yunani. Bukan sembarang pelacur Thais terkenal karena merupakan kesayangan Alexander, komandan perang terbesar pada abad 330 SM di Yunani. Thais selalu menjadi pendamping Alexander kemanapun bahkan saat berperang.

Bahkan diyakini bahwa Thais dikabarkan berhasil menghasut Alexander untuk melakukan pembakaran di Persepolis (wilayah Iran). Ia bahkan menyerukan sebuah pidato yang berisikan pidato kehancuran istana Persepolis. Tindakan ini dianggap sebagai balas dendam atas serangan Raja Xerxes karena telah menghancurkan kota Athena.

Mata Hari, Belanda. Mata Hari bernama asli Margaretha Geertruida Zelle dikenal dengan profesinya sebagai penari eksotis panggilan kalangan atas. Selain karena kecantikannya Mata Hari dikenal eksotis dengan tariannya diatas panggung. Tak jarang Mata Hari menjalin hubungan asmara dengan sejumlah pejabat pemerintahan.

Namun ternyata, Mata Hari bukan sembarang pelacur atau wanita penghibur pada umumnya. Dia melakukan aksi mata-mata sebagai agen ganda untuk Perancis dan Jerman selama Perang Dunia I.

Mata Hari ditangkap oleh pemerintah Prancis, pada 13 Februari 1917 dengan tuduhan melakukan aktivitas spionase untuk Jerman. Sejumlah dokumen membuktikan bahwa Mata hari bersalah dan divonis mati dengan eksekusi tembak mati pada usia 41 tahun.

Hwang Jini atau Myeongwol, Korea. Hwang Jini merupakan salah satu perempuan paling tersohor dalam sejarah Korea. Kisah hidupnya bahkan diabadikan dalam berbagai literature bahkan diadopsi dalam drama dan film.

Jini berasal dari kasta cheonmin (kasta terendah pada masa Dinasti Goryeo dan Joseon). Sebagai seorang gisaeng (wanita penghibur) Jini memiliki intelektualitas tinggi dan sering disetarakan dengan kasta terhormat.

Hwang Jini yang dikenal karena kecantikannya yang luar biasa, kecakapannya dalam berbicara, dan terutama karena pemikirannya yang bebas, berbeda dengan perempuan-perempuan lain pada masa itu. Konon, kabarnya kecantikan Jini membuat salah satu pemuda desanya sampai mati karena patah hati.

Theodora, Byzantium (kini Konstantinopel). Theodora dikenal sebagai wanita penghibur paling sukses dalam meningkatkan derajatnya. Theodora kemudian menjadi permaisuri dari Raja Yustinianus.

Selama pemerintahan Yustinianus, Theodora merupakan tokoh penting. Konon sang Raja selalu meminta pertimbangan Theodora dalam mengambil keputusan-keputusan krusial bagi negara. Theodora bahkan dipuja sebagai santo bersama suaminya oleh Gereja Ortodoks Timur.

Theodora mendapatkan popularitas awal setelah memainkan adegan Leda dan Angsa. Dia sempat menjadi simpanan sejumlah pria berkuasa sebelum akhirnya menarik hati sang Raja, Yustinianus dan menjadi permaisuri berpengaruh.

Meski sering dianggap sebagai profesi yang tidak baik bahkan dianggap hina, diakui atau tidak beberapa pelacur memiliki peran besar dalam sejarah kehidupan manusia. Bahkan, pelacuran merupakan hal sudah ada bahkan sejak zaman pra sejarah. (yed)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Robin, S.Pi., M.Si.

Dosen Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Kandidat Doktor IPB, Tenaga Ahli Komisi IV DPR-RI

FOLLOW US

Revisi UU KPK, Ancaman Terhadap Demokratisasi oleh Oligarki Predatoris             Presiden sedang Menggali Kuburnya Sendiri             Duet Tango DPR & KPK             Utamakan Tafsir Moral ketimbang Tafsir Hukum dan Ekonomi             Langkah Menkeu Sudah Benar dan Fokuskan pada SKM 1             Industri Rokok Harus Tumbuh atau Dibiarkan Melandai             Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik