Ubi Jalar, Makanan ‘Ndeso’ yang Dapat Mengatasi Kanker
berita
Sumber Foto : manfaatmedis.com
12 January 2019 15:10
Watyutink.com - Siapa yang tidak tahu ubi jalar. Bahan makanan ini seringkali dipandang sebelah mata dan dianggap sebagai makanan kelas bawah. Ternyata meskipun dianggap makanan ‘ndeso’ ubi jalar mempunyai banyak manfaat bagi tubuh.

Tahukah Anda, apa saja manfaat ubi jalar bagi kesehatan tubuh.

Ubi jalar memiliki kalori dan karbohidrat lebih rendah dibanding kentang. Selain itu, ubi jalar juga memiliki kandungan vitamin A dan antioksidan yang tinggi. Sehingga ubi jalan dapat meningkatkan kekebalan tubuh, menjaga kesehatan kulit dan penglihatan. Departemen Pertanian Amerika Serikat menyebut, satu buah ubi jalar menyediakan lebih dari 100 persen jatah vitamin A harian yang direkomendasikan.

Ubi jalar juga kaya  vitamin C dan vitamin B6 yang penting untuk kesehatan otak dan sistem saraf. Ubi jalar merupakan sumber kalium dan magnesium yang baik untuk membantu meningkatkan kesehatan jantung dengan membantu mengatur tekanan darah.

Ahli gizi Emilia Achmadi mengatakan kandungan vitamin C, zat besi, dan magnesium dalam ubi jalar dapat menyembuhkan peradangan internal maupun eksternal. Selain juga mempu mengatasi penyakit bronchitis dan asma. vitamin B kompleks, , betakaroten, kalium, dan kalsium pada ubi jalar sangat baik untuk pencernaan, terutama dalam meredakan radang lambung.

Emilia menambahkan betakaroten dan  vitamin C adalah komponen penting dalam membantu mengatasi kanker, terutama kanker kolon, usus halus, prostat, ginjal, dan sejumlah kanker lainnya.

Kandungan serat yang dikandung ubi jalar juga dapat membantu tubuh mempertahankan keseimbangan cairan.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Tabrani Yunis

Pengelola majalah POTRET dan Majalah Anak Cerdas. Direktur Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh

FOLLOW US

Perlu Inventarisasi Perundangan dan Peraturan             Bukan Jumlah Peraturan Tapi Korupsinya Yang Penting             Sektor Pertanian Masih Gunakan Paradigma Lama             Gelombang Spekulasi Politik             Demokrasi Tanpa Jiwa Demokrat             Rekonsiliasi Sulit Terjadi Sebelum 22 Mei             Industri Manufaktur Memperkokoh Internal Perekonomian             Dibutuhkan Political Will, Bukan Regulasi             Kasus Makar Bernuansa Politis             Pasal Makar Ancam Demokrasi