Waspadai Cairan Pembersih Lantai Kimia, Bisa Sebabkan Gangguan Kesehatan
berita

07 January 2020 16:50
Watyutink.com – Saat terjadi banjir, rumah seringkali bukan hanya ‘kedatangan’ air. Pasalnya seringkali air datang membawa lumpur ikut masuk dalam rumah. Akibatnya setelah air surut, rumah jadi penuh lumpur. Pemilik rumah pun harus kerja keras membersihkan rumah agar bersih dan nyaman ditempati kembali.

Seringkali saat membersihkan rumah, kita ‘mengandalkan’ cairan pembersih lantai yang banyak dijual di pasaran. Cairan tersebut dianggap cepat menjadikan rumah bersih. Selain itu cairan pembersih lantai juga dilengkapi berbagai aroma yang menjadikan rumah lebih harum.

Ternyata penggunaan cairan pembersih lantai memiliki berbagai efek negatif. Pasalnya cairan pembersih lantai yang dijual dipasaran mengandung berbagai zat kimia yang berbahaya bagi tubuh.

Tahukah Anda, apa saja bahaya cairan pembersih lantai bagi kesehatan?

Cairan pembersih lantai seringkali mengandung zat kimia seperti Cresylic Acid, Ethoxylated Alcohol, Benzalkonium Chloride, Natrium Lauril Eter Sulfat, dan Alcohol Ethoxylate Natrium Lauril Eter Sulfat atau  disebut juga Sodium Laureth Sulfate (SLS).

United States Environmental Protection Agency (USEPA) atau Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat menyatakan Cresylic Acid atau cresol sebagai zat kimia yang bisa menyebabkan kanker. Sedankan Sodium Laureth Sulfate (SLS) bisa menyebabkan iritasi kulit dan mata, terutama bagi orang yang sensitif. SLS juga bahan polutan atau racun bagi air yang bisa membunuh ikan atau organisme lainnya.

Sedangkan Benzalkonium Chloride adalah bahan aktif beracun yang juga berbahaya bagi manusia. Benzalkonium Chloride dalam bentuk cairan dengan konsentrasi 10 persen bisa menjadi racun bagi manusia. Dalam jangka panjang atau terminum, bisa menyebabkan kematian.

Sayangnya, seringkali produsen tidak menuliskan kadungan Chlorine dalam cairan pembersih lantai. Padahal zat kimia ini sangat berbahaya bagi kesehatan. Zat Chlorine bisa diketahui dari baunya yang menyengat. Hampir semua cairan pembersih lantai dan pembersih kamar mandi mengandung Chlorine.

Itulah sebabnya, kita harus lebih berhati-hati saat menggunakan cairan pembersih lantai. Untuk menghindari efek buruk zat kimia, kita bisa menggunakan bahan-bahan alami untuk membersihkan rumah setelah terkena banjir.

Konsultan kebersihan Urszula Zaleska mengatakan ada beberapa bahan alami yang bisa digunakan untuk membersihkan lantai.  Bahan pertama yang bisa digunakan adalah cuka. Caranya, campurkan 30 mililiter cuka dalam tiga liter air. Lalu gunakan air campuran cuka tersebut untuk mengepel lantai. Cuka juga bisa digunakan untuk membersihkan noda yang membandel di  kayu, kaca, dan perabotan rumah lainnya.

Sebaiknya cari cuka dengan tingkat keasaman 10 persen agar lebih optimal dalam membersihkan noda dan kotoran di lantai. Selain itu cuka juga tidak menimbulkan bau asam yang terlalu menyengat.

Selain cuka, bahan alami yang juga bisa digunakan untuk membersihkan rumah adalah lemon. Kandungan bahan alami dalam lemon diyakini dapat membantu membersihkan kuman di lantai dan peralatan rumah tangga. Selain itu aroma lemon yang segar sangat cocok untuk menimbulkan suasana rumah yang lebih menyenangkan.

Untuk mendapatkan manfaat lemon, caranya cukup mudah. Tambahkan beberapa tetes lemon ke dalam satu liter air. Aduk dengan rata dan gunakan untuk mengepel lantai. Untuk membersihkan perabotan rumah, gunakan spons  agar lebih efektif.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)