Yuk Kenali Dua Penyakit Serupa tapi Tak Sama, Pilek dan Flu
berita

15 January 2019 16:10
Watyutink.com - Selama ini kita sering menganggap flu dan pilek adalah penyakit yang sama. Keduanya dianggap hanya beda pengucapan saja. Terlebih kedua penyakit ini mempunyai gejala yang sama seperti, bersin, radang tenggorokan, dan hidung mampet.

Tahukah Anda, ternyata flu dan pilek adalah penyakit yang berbeda?

Pilek adalah infeksi saluran pernapasan bagian atas yang disebabkan oleh virus. Salah satunya adalah rhinovirus, jenis virus yang paling mudah menularkan pilek. Pilek ditularkan melalui tetesan atau butiran air dari batuk atau bersin.  Seringkali tetesan itu menempel di berbagai benda. Jika seseorang menyentuh benda itu kemudian menyentuh hidung, mulut, atau mata, maka virusnya akan berpindah masuk ke dalam tubuh. Penularan ini paling cepat terjadi dalam dua sampai empat hari pertama setelah seseorang terkena virus pilek. Untuk itu dianjurkan beristirahat di rumah agar tidak menularkannya pada orang lain.

Pilek biasanya ditunjukkan dengan gejala seperti  sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau hidung berair, bersin, batuk berdahak, sakit kepala, dan badan lemas. Lendir atau ingus karena pilek biasanya berwarna bening selama beberapa hari pertama. Namun, beberapa hari berikutnya warnanya menjadi gelap dan teksturnya menebal. Hal ini karena upaya perlawanan dari dalam tubuh.

Untuk mengobati pilek dianjurkan mengkonsumsi beberapa obat seperti antihistamin, dekongestan, dan paracetamol atau acetaminophen. Hal ini harus dibarengi dengan banyak minum air putih untuk menghindari dehidrasi.

Bisa juga menggunakan obat-obatan berbahan dasar alami yang mengandung zink, vitamin C, atau vitamin D. Pilek biasanya cepat membaik dalam kurun waktu tujuh sampai 10 hari.

Influenza atau flu adalah penyakit yang disebabkan oleh tiga jenis virus flu, yaitu influenza A, influenza B, dan inluenza C. Cara penularannya sama dengan pilek, yaitu dengan terhirupnya butiran air yang mengandung virus flu ke dalam tubuh.

Berbeda dengan pilek, flu dapat berkembang menjadi penyakit yang lebih serius seperti pneumonia. Hal ini sangat rentan terjadi pada seseorang yang lemah sistem imunnya seperti penderita  asma, penyakit jantung, atau diabetes.

Gejala flu ditandai dengan demam tinggi selama tiga hingga lima hari, sakit kepala berat, batuk kering, sakit tenggorokan, badan gemetar dan menggigil, nyeri otot, badan terasa lelah, mual dan muntah. Gejala flu semakin bertambah parah dalam dua hingga lima hari.

Cara terbaik mengobati flu adalah dengan banyak minum air putih dan istirahat yang cukup. Bisa juga meminum dekongestan dan penghilang rasa sakit untuk mengurangi gejala flu.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FOLLOW US

Tarik Investasi Tak Cukup Benahi Regulasi             Tidak Bijak Membandingkan Negara Lain             Semangat Reformasi Perpajakan             People Power and Power of Love             Polisi Tak Boleh Berpolitik             Laksanakan Reformasi Perpajakan Secara Konsekuen             Tunjukkan Sikap Politik yang Matang             Menagih Janji Deregulasi dan Perbaikan Infrastruktur Investasi             Perlu Inventarisasi Perundangan dan Peraturan             Bukan Jumlah Peraturan Tapi Korupsinya Yang Penting