Yuk Kenali Tanda-tanda Kadar Gula Darah Tinggi untuk Cegah Diabetes
berita
Sumber Foto : hellosehat.com
23 March 2019 16:35
Watyutink.com - Salah satu penyakit berbahaya yang banya diderita orang Indonesia adalah diabetes. Dalam jangka panjang, penyakit yang juga sering disebut kencing manis ini bisa menjadi pemicu kondisi yang lebih parah, seperti amputasi, gangguan kesehatan mata, penyakit jantung, dan penyakit ginjal. Itulah sebabnya diabetes harus selalu diwaspadai.

Penyakit diabetes seringkali terjadi lantaran kadar gula darah dalam tubuh yang berlebih. Sayangnya kondisi kadar gula darah berlebih seringkali dialami seseorang tanpa disadari. Itulah sebabnya kita harus mengetahui tanda-tanda tubuh mengalami kelebihan kadar gula darah.

Tahukah Anda, apa saja tanda-tanda tubuh menderika kelebihan kadar gula darah?

Salah satu pertanda kadar gula darah dalam tubuh berlebih adalah berat badan yang tidak ideal. Konsumsi gula yang berlebihan diyakini dapat menyebabkan gangguan pada sistem metabilik tubuh. Sehingga kelebihan gula darah bisa meningkatkan berat badan atau obesitas.

Namun, anehnya saat tubuh sudah divonis menderita diabetes, berat badan justru akan menurut secara drastis. Hal ini akibat tubuh yang tidak lagi mampu memproduksi sumber energi dari gula darah.

Tanda tubuh kelebihan gula darah yang lain adalah mulut terasa kering dan kerap merasa haus. Meski sudah minum banyak air, tubuh akan tetap merasa haus. Selain itu kita jadi lebih sering buang air kecil sebagai akibat dari asupan air yang cukup banyak.

Rasa haus akan muncul terus-menerus lantran fungsi ginjal yang terganggu. Akiabatnya tubuh akan terus meminta air guna membuang gula darah yang sudah berlebihan. Hal inilah yang membuat kita lebih mudah merasa haus.

Selain itu kadar gula darah tinggi juga ditandai dengan tubuh yang mudah terasa lelah. Gula seharusnya bisa dijadikan sumber energi. Namun jika jumlahnya di dalam tubuh sudah berlebihan maka sensitivitas insulin tubuh akan terganggu dan tidak akan bisa diubah menjadi sumber energi.

Akibatnya tubuh tidak mendapatkan energi yang cukup dan mudah lelah. Kita juga akan lebih mudah mengantuk, susah berpikir, dan sulit untuk berkonsentrasi.

Selain mempengaruhi fungsi ginjal, kadar gula darah berlebih juga berdampak pada gangguan penglihatan. Pasalnya organ tubuh  yang juga terpengaruh dengan kadar gula darah adalah mata. Itulah sebabnya penderita diabetes sering mengeluhkan masalah penglihatan seperti pandangan buram atau retinopati diabetik.

Tingginya kadar gula darah dapat merusak pembuluh darah dan saraf menuju mata. Hal inilah yang membuat kemampuan melihat terus menurun. Selain itu muncul bercak-bercak kecil berwarna kemerahan pada retina mata.

Kadar gula darah tinggi juga memicu gangguan keseimbangan hormon. Akibatnya produksi minyak alami di wajah meningkat. Hal inilah yang menyebabkan munculnya masalah kulit wajah, seperti jerawat. Jika dibiarkan bisa memicu terjadinya peradangan.

Peningakatan kadar gula darah juga berpengaruh pada gangguan suasana hati atau yang dalam dunia kesehatan disebut sugar crash. Selain membuat lebih mudah mengalami penurunan suasana hati, kadar gula darah tinggi juga membuat kita lebih rentan stres, cemas, brain fog, dan depresi.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Didin S. Damanhuri, Prof., Dr., SE., MS., DEA

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Revisi UU KPK, Ancaman Terhadap Demokratisasi oleh Oligarki Predatoris             Presiden sedang Menggali Kuburnya Sendiri             Duet Tango DPR & KPK             Utamakan Tafsir Moral ketimbang Tafsir Hukum dan Ekonomi             Langkah Menkeu Sudah Benar dan Fokuskan pada SKM 1             Industri Rokok Harus Tumbuh atau Dibiarkan Melandai             Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik