Yuk Kenali Vertigo, Kondisi Kepala yang Bisa Muncul Tiba-tiba
berita
Sumber Foto : hellosehat.com
05 March 2019 17:25
Watyutink.com - Pernahkah Anda mendengar vertigo? Seringkali orang menganggap vertigo tak ubahnya sakit kepala biasa yang bisa disembuhkan dengan mengkonsumsi obat sakit kepala atau cukup dengan beristirahat.

Padahal sebenarnya vertigo bukan sekedar sakit kepala. Bahkan vertigo bukan sebuah penyakit dan justru sebuah kumpulan gejala yang bisa terjadi secara tiba-tiba atau berlangsung selama jangka waktu tertentu dalam satu waktu.

Tapi, tahukah Anda, apa sebenarnya vertigo, bagaimana gejela dan cara mengatasinya?

Vertigo adalah sebuah keadaan di mana penderitanya merasa seolah-olah lingkungan di sekitarnya berputar atau melayang. Akibatnya penderitanya sering kehilangan keseimbangan, bahkan sulit berdiri berjalan.

Gejala umum dari vertigo adalah pusing, kepala berputar atau kliyengan, serta kehilangan keseimbangan. Seringkali penderitanya juga mengalami mual, muntah, keringat berlebih, dan nistagmus atau gerakan mata yang tidak normal, dan telinga berdenging. Kondisi ini akan berlangsung selama beberapa menit dan lalu hilang sendiri. Jika dibiarkan, kondisi tersebut bisa semakin buruk. Salah satunya ditandai dengan frekuensi terjadinya vertiga menjadi lebih sering.

Vertiga terbagi menjadi dua jenis, yakni vertigo periferal dan central. Vertigo periferal adalah kondisi yang disebabkan adanya gangguan pada telinga bagian dalam yang berfungsi untuk mengatur keseimbangan tubuh. Vertigo jenis ini lah yang paling sering dialami sebagian besar orang.

Saat Anda menggerakkan kepala, bagian dalam telinga akan memberi tahu di mana posisi kepala Anda berada lalu mengirimkan sinyal ke otak untuk menjaga keseimbangan. Namun, jika terdapat masalah pada bagian dalam telinga, maka Anda akan merasakan sakit dan pusing. Hal ini bisa terjadi karena adanya peradangan di telinga bagian dalam atau karena adanya infeksi virus.

Sedangkan vertigo central adalah kondisi yang terjadi akibat adalah erjadi akibat adanya masalah pada otak, terutama cerebellum atau otak kecil. Beberapa penyebab vertigo central antara lain adalah migrain atau sakit kepala sebelah tak tertahankan disertai rasa nyeri berdenyut. Selain itu vertigo central juga disebabkan oleh multiple sclerosis atau gangguan sinyal saraf yang terjadi pada sistem saraf pusat (otak dan tulang belakang) yang terjadi akibat kesalahan pada sistem kekebalan tubuh seseorang.

Penyebab vertigo central lainnya adalah tumor jinak atau neuroma akustik dan penyumbatan pembuluh darah ke otak atau stroke. Selain itu mengonsumsi beberapa jenis obat juga bisa menimbulkan efek samping vertigo.

Lalu bagaimana agar terhindar dari vertigo?

dr Rubiana Nurhayati SpS menjelaskan beberapa gerakan stretching seperti menggerakan kepala ke kiri dan kanan, ke bawah dan atas, serta menoleh ke kiri dan kanan bisa dilakukan. Terutama sebelum beraktifitas.

Penggunaan gadget, smartphone dan komputer yang terlalu lama juga bisa memicu vertigo. Untuk itu Rubiana menyarankan kurangi penggunaan peralatan tersebut agar terhindar dari vertigo. Selain itu perbanyak minum air putih dan beristirahatlah dengan waktu yang cukup.

Jika tiba-tiba vertigo menyerang, sebaiknya segera duduk dan hindari berdiri. Berusahalah untuk tenang ketika gejala kambuh. Pasalnya rasa gelisah dapat memperburuk kondisi vertigo. Jika kondisi tidak segera membaik, segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FOLLOW US

Tarik Investasi Tak Cukup Benahi Regulasi             Tidak Bijak Membandingkan Negara Lain             Semangat Reformasi Perpajakan             People Power and Power of Love             Polisi Tak Boleh Berpolitik             Laksanakan Reformasi Perpajakan Secara Konsekuen             Tunjukkan Sikap Politik yang Matang             Menagih Janji Deregulasi dan Perbaikan Infrastruktur Investasi             Perlu Inventarisasi Perundangan dan Peraturan             Bukan Jumlah Peraturan Tapi Korupsinya Yang Penting