Sorotan YLKI: Dua Hari Mudik Lebaran, Tol Cikampek Nyaris Lumpuh
berita
InfoTink
Sumber Foto : viva.co.id 31 May 2019 11:00
Penulis
Prediksi bahwa akan terjadi lonjakan signifikan pemudik yang melalui jalan tol, terbukti benar. Diprediksi, 40 persen pemudik akan melewati tol, khususnya tol Trans Jawa dan Trans Sumatera. Pemicu terhadap hal ini minimal ada tiga, yakni:
1. Harga tiket pesawat yang dirasa mahal, membubung tinggi;
2. Euforia ingin menggunakan tol Trans Jawa dan Trans Sumatera;
3. Jalan tol dianggap jalan alternatif yang aman, dan nyaman. 

Terkait dengan hal itu, ruas jalan tol Jakarta Cikampek (Japek), dalam dua hari mudik, yakni Kamis-Jumat, 29-30 Mei, nyaris lumpuh. Sepanjang jalan Japek kendaraan bergerak seperti semut saja. Bahkan di area Cikarang Utama, pemudik tertahan hingga 4 jam lamanya. Padahal sudah dibantu dengan jurus contra flow, bahkan one way traffic. Pertanyaannya, kenapa jurus itu tak ampuh mengatasi kemacetan di ruas Japek? Berdasar pantauan tim YLKI, khususnya pada Kamis 30/05/19, ada beberapa sebab, antara lain:

1. Terjadi lonjakan volume traffic di ruas Japek, yang menurut Jasa Marga mencapai hingga 159,8 persen;
2. Terdapat bottleneck, seperti di tikungan Cikunir, jalan menikung dan ada titik temu dari ruas JORR dan tol dalam kota;
3. Keberadaan rest area, khusususnya di KM 57. Di rest area ini energi pemudik lumayan terkuras, sudah mulai capek, khususnya pemudik dari Sumatera. Saat memasuki rest area, kendaraan melambat apalagi kapasitas rest area yang terbatas. 

Jurus contra flow dan one way traffic mulai terasa manfaatnya secara signfikan selepas gate Cikampek Utama, dan memasuki ruas Cipali. Namun di banyak titik di ruas Cipali juga mengalami kemacetan, terutama saat pemudik akan berpindah lajur untuk ikut arus contra flow dan one way traffic. Bahkan pelambatan arus juga masih terasa sampai ke KM 379, di area Batang. 

Saran, sebaiknya ada petugas yang konsisten memandu saat pemudik ingin berpindah lajur untuk contra flow. Sebab perpindahan ini juga berkontribusi terhadap pelambatan lalin dan bahkan kemacetan. Sosialisasi yang terus menerus via media sosial dan radio adalah sangat penting untuk memandu pemudik agar bisa menggunakan jalan alternatif, jalan non tol. Jangan sampai jalan tol over kapasitas tetapi jalan non tol kosong melompong. 

Demikian. Terima kasih.

Wassalam,

Tulus Abadi, 
Ketua Pengurus Harian YLKI
Seluler: 0818 195030.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Langkah PKS di Oposisi Perlu Diapresiasi             Insentif Pajak, Daya Tarik Sistem Pajak yang Paling Rasional             Menengok dan Menyiapkan SDM di Era Revolusi Industri 4.0             Polri Telah Berupaya Transparan Ungkap Rusuh 21-22 Mei             Possible and Impossible Tetap Ada             Ungkap Rusuh 21-22 Mei Secara Terang dan Adil             Banyak Masalah yang Harus Diselesaikan             Pilihan Cerdas Jadi Oposisi             Tergilas oleh Budaya Global             Penghambaan terhadap Simbol Dunia Barat