Membangunkan Rezim Orba, Untuk Apa?
berita
Pikiran Bebas
Ilustrasi gie/ watyutink.com 23 December 2018 09:30
Belakangan ini mulai muncul di beberapa media yang ramai memberitakan tentang adanya perdebatan pro–kontra rezim Orde Baru (Orba). Tentu masih dalam ingatan, bahwa lahirnya gerakan reformasi oleh karena akibat tidak beresnya sistem pemerintahan zaman Orba.

Saya lahir di tahun sisa-sisa menjelang berakhirnya Orde Baru. Lantas pertanyaannya, jika dalam tahun Pemilu 2019 mendatang, bangsa kita dihadapkan kebangkitan Orba apakah ini sebuah kemajuan atau kemunduran?

Apa yang sebenarnya patut diteladani periode masa Orba? Silahkan coba cek beberapa referensi tentang klaim keberhasilan maupun kegagalan rezim Orba? Kita akan menemukan beberapa babak dari sudut pandang ekonomi, politik, hukum, pendidikan, teknologi dan kesehatan.

Tentu, salah satu yang mendasari terjadinya gerakan Reformasi 1998 ialah posisi Indonesia yang tidak dapat terlepas dari dampak krisis moneter di Asia. Selain ketidakstabilan harga, investasi modal asing yang banjir memasuki Indonesia menjadikan negara ini lumpuh secara cepat.

Dengan posisi Jakarta dijadikan sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan, maka segala kebijakan pembangunan menjadi terpusat (sentralistik).

Hal ini yang kemudian menjadi faktor penyebab pembangunan di Indonesia selama rezim Orba tidak merata bahkan sangat terkesan lambat untuk ukuran negara kepulauan seperti Indonesia selama puluhan tahun.

Dampak lain dari tidak meratanya pembangunan ialah minimnya penyerapan tenaga kerja. Sektor sumber daya manusia merupakan kunci utama sekaligus peranan penting dalam proses pembangunan bangsa.

Semakin tinggi kualitas sumber daya manusianya maka semakin baik tingkat keberhasilan pembangunannya. Sementara, sebagai negara terbesar keempat di dunia, selama puluhan tahun rezim Orba, Indonesia belum mampu mengelola pembangunan.

Justru sebaliknya, lemahnya penegakan hukum mengakibatkan praktik suap dan korupsi melanda sistem pemerintahannya. Siapa yang tak akrab dengan istilah korupsi, kolusi, dan nepotisme saat itu.

Bukan rahasia lagi, rezim Orba lah yang menyuburkan penyelewengan kekuasaan negara sehingga menyebabkan lambatnya pembangunan.

Sementara itu, tahun 2020-2030 mendatang, banyak analis kebijakan mengatakan bahwa periode berikut bangsa Indonesia akan mengalami fase bonus demografi. Tantangan tersebut harus dipersiapkan sejak dini.

* Konten ini adalah kiriman dari user, isi konten sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis/kreator/user. Ingin membuat konten di Watyutink? Klik di sini!

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Tinjau Kembali Struktur Industri Nasional             Benahi Dulu ICOR Indonesia             Ekonomi Digital Jadi Pelengkap Saja             Stop Bakar Uang, Ciptakan Profit             Potensi Korupsi di Sektor Migas             Revisi UU KPK Berpengaruh Langsung terhadap Perekonomian Indonesia             Benahi Governance DPR Untuk Hindari Konflik Kepentingan             Pebisnis Lebih Tahu Masalah Riil di Lapangan             Revisi UU KPK, Ancaman Terhadap Demokratisasi oleh Oligarki Predatoris             Presiden sedang Menggali Kuburnya Sendiri