Protes Hari Valentine
berita
Pikiran Bebas
Ilustrasi gie/ watyutink.com 17 February 2019 09:00
Penulis

Pembelajar Kebudayaan dan Peradaban

Saya cukup tahu diri untuk dengan kedangkalan daya pikir saya, tidak berani ikutan polemik tentang perlunya dilarang atau tidak dilarangnya umat Islam di Indonesia merayakan Hari Valentine .

Namun, sayang setriliun sayang bahwa ternyata saya tidak cukup tahu diri untuk tidak melakukan protes tentang kenapa hari Valentine dirayakan pada tanggal 14 Februari. Apalagi sependek pengetahuan saya, yang lebih pendek ketimbang ukuran tinggi tubuh pendek saya yang tidak setinggi Erros Djarot, pihak penguasa gereja Katolik tidak pernah resmi meresmikan 14 Februari sebagai hari raya resmi perayaan kasih sayang. Jesus Kristus sendiri sebagai sang Mahaguru Utama ajaran kasih sayang kepada segenap umat manusia (bukan hanya umat Kristen, sebab pada masa Beliau hadir di dunia belum ada agama Kristen), juga tidak pernah menetapkan 14 Februari sebagai hari raya perayaan kasih sayang.

Maka selama di Indonesia protes belum dilarang UU, saya memberanikan diri untuk protes mengenai kenapa kasih sayang hanya dirayakan pada hanya tanggal 14 Februari saja! Selama saran belum bisa dilaporkan ke Bareskrim, saya nekad menyampaikan saran agar kasih sayang jangan dirayakan cuma pada 14 Februari saja. Tetapi, setiap hari sepanjang tahun, yaitu mulai 1 Januari, lalu 2 Januari, lalu 3 Januari dan seterusnya setiap hari sampai dengan 31 Desember. Lalu mulai lagi 1 Januari dan seterusnya pada setiap hari sampai akhir zaman, setiap insan manusia merayakan dengan memberikan kasih sayang bagi sesama manusia, demi memberi makna keindahan kasih sayang pada lagu “What A Wonderful World”, yang begitu indah dinyanyikan oleh Louis Armstrong .

Salam kasih sayang dari Jaya Suprana, yang sambil menanti ajal sedang sibuk mempelajari makna apa yang disebut sebagai kasih sayang.

* Konten ini adalah kiriman dari user, isi konten sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis/kreator/user. Ingin membuat konten di Watyutink? Klik di sini!

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

The People’s Summit

25 September 2021

Prihatin di Hari Maritim

24 September 2021

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF