Defisit Eksploitasi Ekonomi Indonesia
berita
Pikiran Bebas
ilustrasi gie watyutink.com 10 May 2019 10:15
Penulis

Anggota Institute Sukarno for Leadership Universitas Bung Karno (UBK)

Mengkhawatirkan! Defist transaksi berjalan Indonesia sepanjang tahun 2018 telah mencapai angka - 31,060 miliar dolar AS. Ini adalah defisit terbesar sepanjang sejarah pemerintahan dalam era Reformasi. Defisit ini telah melompat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun awal pemerintahan Jokowi – JK tahun 2015 dengan nilai defist transaksi berjalan senilai -17,519 miliar dolar AS

Sumber : https://www.bi.go.id/id/statistik/seki/terkini/eksternal/Contents/Default.aspx

Jika dirupiahkan nilai defist transaksi berjalan sepanjang tahun 2018 tersebut mencapai Rp-441,05 triliun (asumsi 1 dolar AS = Rp14.200). Ini adalah nilai yang sangat besar yang belum pernah terjadi sejak Indonesia berdiri. Nilai defisit yang sangat membahayakan masa depan ekonomi dan bahkan lebih jauh membahayakan masa depan kedaualatan bangsa Indonesia.

Mengapa demikian? karena defisit transaksi berjalan ini merupakan bukti bagaimana Indonesia disedot oleh modal asing melalui berbagai mekanisme, baik itu perdagangan barang, jasa, dan mekanisme pasar keuangan. Defisit transaksi berjalan benar benar menunjukkan bahwa ekonomi dikuras oleh modal asing.

Apa bukti paling nyata bahwa Indonesia dikuras oleh modal asing? Buktinya adalah defisit transasi berjalan sebagain besar dikontribusikan oleh defisit dalam neraca pendapatan primer (Primary Income) dan defist jasa-jasa(Services).

Nilai defisit pendapatan primer tahun 2018 adalah sebesar -30,420 miliar dolar AS atau jika di rupiahkan mencapai Rp431,95 triliun, Di dalam defisit tersebut  terdapat defisit jasa jasa asing yakni senilai -7,101 miliar dolar AS atau dalam rupiah senilai Rp100,84 triliun.

Apa itu defist pendapatan primer? yakni defist yang diakibatkan oleh kompensasi tenaga kerja dan pendapatan investasi asing. Pendapatan investasi asing dapat berasal dari investasi langsung, investasi portofolio, maupun investasi lainnya. Selanjutnya defist jasa jasa adalah defisit yang disebabkan oleh pembayaran atas jasa jasa asing yang melakukan investasi di Indonesia.

Defisit transaksi berjalan terbesar sepanjang sejarah Indonesia tersebut merupakan bentuk ekploitasi yang luar biasa besar terhadap ekonomi Indonesia. Mengingat nilai defisit tersebut adalah uang yang mengalir dari Indonesia ke luar negeri sebagai keuntungan investasi asing. Ini bukan pendapatan kotor investasi asing tapi adalah uang hasil keuntungan.

Padahal jika dibadingkan dengan pertumbuhan Gross Demestik Produk (GDP) Indonesia yang hanya bertambah Rp1250 triliun sepanjang tahun 2018. Jika diasumsikan bahwa dari GDP tersebut 50 persen adalah pendapatan bersih dari ekonomi Indonesia, maka 70,5 persen pendapatan bersih Indonesia dinikmati asing.

* Konten ini adalah kiriman dari user, isi konten sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis/kreator/user. Ingin membuat konten di Watyutink? Klik di sini!

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Zaman Zaini, Dr., M.Si.

Dosen pascasarjana Institut STIAMI, Direktur Sosial Ilmu Politik CPPS (Center for Public Policy Studies), Staf Khusus Bupati MURATARA Sumsel

YB. Suhartoko, Dr., SE., ME

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan Unika Atma Jaya Jakarta

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Pemerintah Daerah Harus Berada di Garda Terdepan             Tegakkan Aturan Jarak Pendirian Ritel Modern dengan Usaha Kecil Rakyat             Konsep Sudah Benar, Implementasinya Gagal             Tugas Terbesar Negara, Mencerdaskan Bangsa!             Indonesia Butuh Terobosan-terobosan Progresif Bidang SDM             Penekanan pada Memobilisasi Kapasitas Modal Manusia Lokal Secara Otentik             Meritokrasi vs Kabilisme             Kendalikan Harga Pangan untuk Menekan Inflasi             Utang Semakin Besar, Kemampuan Membiayai Pembangunan Berkurang             Perhatikan Belanja Non K/L yang Semakin Membesar