BNPB Akui Data Positif Virus Corona Tidak Valid, Jumlah Pasien Mungkin Lebih Besar
berita
Sumber Foto : tempo.co
06 April 2020 10:17
Watyutink.com - Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo mengakui data yang disampaikan pemerintah tentanf pasien positif terjangkit virus corona tidak valid. Agus menyebut hal itu akibat keterbatasan data yang diberikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Saat mengikuti diskusi virtual Bersama Melawan Covid-19 yang ditayangkan kanal YouTube Energy Academy Indonesia, Minggu (5/4/2020) Agus menyatakan pihaknya hanya mengandalkan data dari Kemenkes. Jika data yang diterima terbatas, BNPB menurut Agus tidak bisa memberikan data yang lengkap dan terbuka. Itulah sebabnya data yang diberikan tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.

Agus mengaku tidak tahu mengapa data di daerah dan pusat terkait virus corona berbeda. Menurutnya BNPB selama ini bekerja di belakang layar mencatat semua laporan kasus virus corona dari seluruh daerah.

Namun BNPB tidak bisa mempublikasikannya. Pasalnya yang berhak menyampaikan adalah pemerintah melalui juri bicara Achmad Yurianto atau Yuri. Agus mengaku BNPB akan menyandingkan data dari daerah dan Kemenkes, meski tidak bisa mempublikasikannya.

Untuk mengatasi keterbatasan data, BNPB kini tengah membangun aplikasi Lawan COVID-19. Nantinya aplikasi tersebut akan menampung data terkait kasus positif virus corona atau Covid-19. Diharapkan aplikasi tersebut dapat menghasilkan data yang lebih sesuai dengan kenyataan di lapangan.

Agus menjelaskan pihaknya menerjunkan banyak tenaga, baik dari BNPB, BPBD, TNI dan Polri untuk entry data di seluruh Indonesia. Nantinya data tersebut akan connect ke aplikasi Lawan COVID-19.

Sementara itu penggagas Kawal COVID-19, Ainun Najib, mendesak pemerintah terbuka soal data kasus positif virus corona. Menurutnya, keterbukaan data akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Ainun yakin jumlah pasien positif virus corona di Indonesia jauh lebih besar daripada yang dilaporkan pemerintah. Ainun khawatir data yang ditutupi akan membuat masyarakat menjadi lengah. Masyarakat bisa saja menduga wabah virus corona sudah teratasi. Padahal kenyataannya tidak seperti itu.

Jangan ada dusta di tengah wabah corona!

Tetaplah kritis membaca berita

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF