Bosan Penyerang Ustad Selalu Disebut Gila, Waketum MUI: Rakyat Tidak Percaya Polisi
berita
Waketum MUI Anwar Abbas. Sumber Foto: mui.or.id
24 September 2021 13:35
Watyutink.com - Wakil Ketua Umum (Wakwtum) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengaku bosan penanganan pihak kepolisian terhadap berbagai kasus penyerangan ustad atau tokoh agama Islam. Anwar bahkan mengaku bosan lantaran hampir semua kasus penyerangan itu berakhir dengan pernyataan bahwa pelaku mengalami gangguan kejiwaan.

Saat memberikan keterangan, Rabu 22 September 2021, Anwar menuturkan karena pelaku dikatakan gila, kasusnya pun tidak ditangani atau diproses secara hukum. Sangat mengecewakan karena pelaku sudah ditangkap tapi kemudian dilepaskan begitu saja karena dikatakan gila.

Ketua PP Muhammadiyah ini juga  mempertanyakan kebenaran kondisi kejiwaan pelaku penyerangan para ustad. Mengapa sampai mereka tidak bisa diproses secara hukum. Terlebih menurut Anwar, yang tahu pelaku gila atau tidak hanya polisi. Sedangkan masyarakat tidak tahu apapun.

Anwar mengungkapkan, kondisi tersebut membuat masyarakat mulai tidak percaya terhadap pihak kepolisian. Berbagai spekulasi dan isu liar di tengah masyarakat membuat rakyat pesimistis polisi akan menangani kasus penyerangan ustad atau tokoh agama Islam dengan baik dan jujur.

Lunturnya kepercayaan masyarakat menurut Anwar sangat tidak baik. Pasalnya kepolisian adalah aparat penegak hukum. Bisa saja negeri ini ikut rusak, karena sudah tidak ada lembaga yang dipercaya masyarakat untuk mencari dan mendapatkan keadilan.

Itu sebabnya Anwar berharap pihak kepolisian benar-benar bekerja serius, professional, dan transparan. Jika ada kasus pelanggaran hukum semacam ini, informasi tindak lanjut dan penyelesaiannya hendaknya disampaikan secara jelas dan tuntas kepada publik. Sehingga citra polisi sebagai penegak hukum benar-benar tercipta.

Menurut Anwar yang dibutuhkan rakyat adalah polisi yang beriman dan berakhlak serta memiliki integrity yang bekerja secara professional melindungi, menciptakan keamanan serta rasa aman pada rakyat.

Sebelumnya dalam sepekan terakhir beberapa peristiwa penyerangan ustad telah terjadi. pada Sabtu 18 September 2021, ustad Arman meninggal dunia setelah ditembak orang tidak dikenal di rumahnya di Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten.

Selanjutnya pada Senin 20 September 2021, Ustad Abu Syahid Chaniago yang sedang menyampaikan ceramah di Masjid Raya Baitusysyakur, Jodoh, Batam, Kepulauan Riau tiba-tiba diserang oleh pria berinisial H. Polisi yang berhasil menangkapnya mengatakan, pelaku mengalami depresi.

Peristiwa terakhir terjadi pada Selasa 21 September 2021. Ustadz Jamiludin dibacok pembegal di Kampung Babakan, Jalan Raya Mustikasari, Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat. Akibat kejadian itu ustas Jamiluddin mengalami luka bacok dibeberapa bagian tubuhnya hingga harus mendapat 50 jahitan.

Pelaku kemudian melarikan diri sambil membawa kabur sepeda motor milik ustad Jamiluddin. Kasie Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari mengatakan kejadian saat ini polisi tengah menyelidiki dan mengejar pelaku pembacokan ustad Jamiluddin.

Orang gila kok bisa milih sasaran!

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF