Divonis Delapan Tahun Penjara, Mantan Dirut Pertamina Ajukan Banding
berita
Sumber Foto : merdeka.com
12 June 2019 14:30
Watyutink.com – Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Tbk, Galaila Karen Kardinah atau Karen Agustiawan mendapat vonis delapan tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider empat bulan kurungan. Hakim Emilia Djaja Subagia dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (10/6/2019) mengatakan Karen  terbukti sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus invetasi blok Baster Manta Gummy (BMG)  Australia.

Vonis tersebut lebih rendah dibandingkan tuntuntan jaksa penuntut umum (JPU). Dalam persidang sebelumnya, JPU menuntut Karen dengan hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsidier enam bulan kurungan. JPU menyebut Karen telah melanggar prosedur investasi hingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp568 miliar. Selain itu Karen diduga telah merusak  tata kelola perusahaan.

Atas putusan tersebut Karen menyatakan akan melakukan banding. Meski demikian Karen mengaku tetap menghormati putusan majelis hakim.

Karen menyebut dirinya menjadi korban kriminalisasi. Pasalnya Karen merasa selama ini telah berjasa bagi kemajuan perusahaan minyak plat merah itu. Karen mengaku telah membuat kemaslahatan bagi Pertamina.

Namun Karen enggan menyebut siapa orang yang telah mengkriminalisasi dirinya. Karen berharap peristiwa yang menimpa dirinya menjadi yang terakhir. Ia berharap tidak ada direksi Peramina yang ‘di-Karenkan.’ Karen juga meminta para pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk selalu berhari-hati. Pasalnya kasus yang menimpanya bisa menjadi preseden buruk dimasa yang akan datang.

Sementara itu Kapuspenkum Kejaksaan Agung (Kejagung), Mukri mengatakan pihaknya masih pikir-pikir dalam menanggapi putusan tersebut. Mukri menyebut pihaknya masih menunggu putusan resmi dari Pengadilan Tipikor. Sesuai ketentuan yang ada menurut Mukri, Kejagung mempunyai waktu tujuh hari untuk mengambil sikap.

Siapa bilang jadi dirut BUMN itu enak, penjara selalu mengintai mereka!

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Zaman Zaini, Dr., M.Si.

Dosen pascasarjana Institut STIAMI, Direktur Sosial Ilmu Politik CPPS (Center for Public Policy Studies), Staf Khusus Bupati MURATARA Sumsel

YB. Suhartoko, Dr., SE., ME

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan Unika Atma Jaya Jakarta

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Pemerintah Daerah Harus Berada di Garda Terdepan             Tegakkan Aturan Jarak Pendirian Ritel Modern dengan Usaha Kecil Rakyat             Konsep Sudah Benar, Implementasinya Gagal             Tugas Terbesar Negara, Mencerdaskan Bangsa!             Indonesia Butuh Terobosan-terobosan Progresif Bidang SDM             Penekanan pada Memobilisasi Kapasitas Modal Manusia Lokal Secara Otentik             Meritokrasi vs Kabilisme             Kendalikan Harga Pangan untuk Menekan Inflasi             Utang Semakin Besar, Kemampuan Membiayai Pembangunan Berkurang             Perhatikan Belanja Non K/L yang Semakin Membesar