Hamili Mahasiswi sampai Bunuh Diri, Anggota Polres Pasuruan jadi Tersangka
berita
Wakapolda Jatim Brigjen Slamet Hadi Supratoyo. Foto : Twitter @DivHumas_Polri
05 December 2021 15:25
Watyutink.com - Polda Jawa Timur (Jatim) akhirnya menangkap anggota Polres Pasuruan Kabupaten, Bripda Randy Bagus Hari Sasongko. Penangkapan dilakukan lantaran Bripda Randy diduga terkait dengan kematian mahasiswi bernama Novia Widyasari Rahayu, warga Kabupaten Mojokerto, Jatim.

Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol. Slamet Hadi Supraptoyo saat konferensi pers di Mapolres Mojokerto, Sabtu 4 Desember 2021 menuturkan Bripda Randy saat ini sudah ditahan guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Slamet menuturkan pihaknya bekerja cepat  mengumpulkan bukti-bukti. Tim yang dikerahkan untuk mengusut kasus ini juga cukup banyak sehingga polisi bisa segera merilis keterangan kepada publik.

Slamet mengungkapkan kasus ini bermula dari Novia Widyasari ditemukan meninggal dunia karena bunuh diri dengan cara minum racun potasium. Mahasiswi Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang itu meninggal dunia di samping makam ayahnya di Dusun Sugihan, Desa Capak, Kecamatan Suko, Kabupaten Mojokerto.

Kuat dugaan Novia stres dan depresi akibat perlakuan pacarnya yang tak lain adalah Bripda Randy. Slamet menjelaskan selama berpacaran mereka sempat melakukan hubungan layaknya suami istri. Akibatnya Novia hamil hingga 2 kali, yakni pada Maret 2020 dan Agustus 2021. Namun keduanya digugurkan dengam cara aborsi.

Dalam keterangan yang juga dirilis di akun twitter @DivHumas_Polri, Minggu 5 Desember 2021 itu, Slamet menceritakan
Novia berkenalan dengan Bripda Randy Bagus sejak Oktober 2019. Keduanya bertukar nomor telepon hingga akhirnya berpacaran. Namun dalam perjalanannya hubungan keduanya kebablasan.

Slamet menambahkan atas perbuatannnya Bripda Randy akan dikenakan hukuman secara internal sesuai Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 14 tahun 2011 tentang Kode Etik, khususnya Pasal 7 dan 11 dengan hukuman terberat Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PDTH).

Bripda Randy juga dijerat secara pidana umum dengan Pasal 348 Juncto 55 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang sengaja menggugurkan kandungan atau mematikan janin dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

Kok cuma 5 tahun, harusnya lebih berat karena korban sampai bunuh diri.

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR TERPRODUKTIF