Hingga Selasa 7 Desember, 34 Orang Meninggal Akibat Erupsi Semeru, 16 Hilang, Ribuan Jiwa Mengungsi
berita
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menemui pengungsi Semeru. Foto : sindonews.com
07 December 2021 16:45
Watyutink.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan, hingga Selasa 7 Desember 2021, tercatat 34 orang meninggal dunia akibat erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Selain itu 16 orang masih dinyatakan hilang dan ribuan orang terpaksa mengungsi. Hal itu disampaikan Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Surabaya I Wayan Suyatna di Posko Lapangan Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Selasa 7 Desember 2021. 

Suyatna menambahkan terdapat 4 tim evakuasi yang melakukan operasi pencarian terhadap korban guguran awan panas Gunung Semeru, yakni di Desa Curah Kobokan, Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, Desa Supit Urang dan lokasi penambangan pasir. Menurutnya sejauh ini cuaca cukup cerah dalam melakukan evakuasi korban awan panas Semeru.

Suyatna menyebutkan sebelumnya tim evakuasi mengalami kendala karena faktor cuaca seperti angin kencang dan hujan deras, serta aktivitas Semeru seperti awan panas guguran dan abu vulkanik. Ia mengatakan aktivitas Gunung Semeru yang masih berpotensi meluncurkan awan panas guguran juga menjadi pertimbangan tim operasi dalam melakukan evakuasi korban

Sementara itu terkait pengungsi, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menyatakan terdapat 5.205 orang yang terdampak erupsi Gunung Semeru yang tersebar di 8 kecamatan. Sebanyak 2 kecamatan diantaranya menurut Muhari mengalami dampak langsung berupa guguran awan panas. Sedangkan 6 kecamatan lainnya mengalami kerusakan akibar hujan abu vulkanik.

Muhari merinci, terdapat 2.004 jiwa saat ini mengungsi yang tersebar di 19 titik pengungsian. Sebanyak 305 jiwa di 9 titik Kecamatan Pronijiwo, 1.136 jiwa di 6 titik Kecamatan Candipuro, dan 563 jiwa di 4 titik Kecamatan Pasirian. Para pengungsi menurut Muhari sangat membutuhkan bantuan logistik dasar, seperti  makanan, selimut, matras, dan lain-lain.

Saat ini kebutuhan dasar tersebut sudah berhasil dipenuhi. Namun jika nanti ada penambahan kebutuhan, Muhari memastikan BNPB dan kementerian terkait akan segera memenuhi kebutuhan para korban.

Sementara itu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan para pengunsi akan mendapatkan kebutuhan, terutama makanan. Saat meninjau dapur umum di Kecamatan Pronojiwo, Senin 6 Desember 2021, Khofiah menyatakan semua pihak sudah berkoordinasi dan bersinergi guna mempercepat penanganan warga yang terkena dampak erupsi Gunung Semeru.

Khofifah menuturkan Pemprov Jatim mendirikan dua titik posko kesehatan dan dapur umum di Kecamatan Pronojiwo dan Kecamatan Candipuro. Setiap harinya masing-masing dapur umum mampu menyiapkan 2.500 paket makanan yang didistribuskan setiap pagi, siang, dan malam.

Mantan Menteri Sosial ini menambahkan sejak Sabtu 4 Desember 2021 dirinya sudah berada di Lumajang. Khofifah sengaja untuk sementara berkantor di Lumajang duna memastikan penanganan korban erupsi Gunung Semeru berjalan efektif dan tidak ada yang terlewat.

Semoga korban tidak bertambah dan yang sekarang segera ditangani dengan baik.

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF