Istana Rayu Akhyar Nasution Mundur dari Pilkada Kota Medan
berita
Sumber Foto : viva.co.id
02 August 2020 11:20
Watyutink.com - Gelaran pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Medan, Sumatera Utara, Desember 2020 mendatang dipastikan bakal menyita perhatian publik. Pasalnya salah satu kontestan Pilkada adalah Bobby Nasution yang diusung PDIP. Menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu akan menantang Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan Akhyar Nasution yang didukung Partai Demokrat dan PKS. 

Suasana panas persaingan sudah terasa sejak saat ini. Bahkan pihak istana dikabarkan mulai ikut campur. Hal itu diungkapkan Ade Darmawan, salah seorang pendukung Akhyar. Ade mengatakan orang dekat istana beberapa kali mendatangi Akhyar dan memintanya mundur dari pilkada. Sebagai imbalannya, menurut Ade, Akhyar ditawarkan jabatan yang menggiurkan. 

Dikutip dadi viva.com, Sabtu 1 Agustus 2020, Ade menyebut Akhyar dengan tegas menolak permintaan itu. Ade menegaskan Akhyar bukan sosok yang haus kekuasaan. Bisa saja Akhyar menerima tawaran jabatan dan kompensasi dari orang dekat istana. Tapi Akhyar menolak dan memilih tetap maju di Pilkada Medan. 

Namun Ade enggan menjelaskan siapa orang dekat istana yang dimaksudnya. Saat menggelar konferensi pers, Rabu 29 Juli 2020, mantan Wakil Ketua DPC PDIP Kota Medan itu menegaskan Akhyar akan tetap maju dalam perebutan kursi Wali Kota Medan demi melawan oligarki kekuasaan. 

Ade sendiri menyatakan bakal mendukung penuh keikutsertaan Akhyar di Pilkada Medan. Meskipun konsekuensinya pengusaha biro perjalanan umroh itu harus mundur dari PDIP. Ade menyebut keputusannya itu setelah mendapat masukan dari beberapa ustadz. Ade merasa terdapat perbedaan prinsip antara dirinya dengan mantan partai tempatnya bernaung. 

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat menuding Akhyar telah berkhianat kepada PDIP. Pasalnya Plt Wali Kota Medan itu memutuskan hengkang dan bergabung dengan Partai Demokrat. Hal ini dilakukan setelah PDIP secara resmi mengusung Bobby di Pilkada Medan. 

Djarot menyebut Akhyar adalah sosok yang haus kekuasaan. Ambisi Akhyar untuk berkuasa menurut Plt Ketua DPD PDIP Sumatera Utara ini kelewat besar. 

Yang sebenarnya haus kekuasaan itu siapa pak? 

Tetaplah kritis membaca berita! 
 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF