Jokowi Ajak Rakyat Benci Produk Impor, Pemerintah Justru Impor 1 Juta Ton Beras, Daging, dan Gula
berita
Sumber Foto : Antara Foto/ Sigid Kurniawan
05 March 2021 16:40
Watyutink.com - Pemerintah dikabarkan bakal kembali melaporkan impor beras dalam jumlah yang cukul besar. Diperkirakan jumlahnya mencapai 1 juta hingga 1,5 juta ton. Pemerintah berdalih impor beras kali ini untuk menjaga ketersediaan stok beras dal negeri. Selain itu untuk menjaga agar harga beras tetal terkendali. 

Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2021, Kamis 4 Maret 2021. Airlangga menambahkan kebijakan impor beras diambil setelah adanya program bantuan sosial (bansos) beras selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), antisipasi dampak banjir, dan pandemi covid-19.

Ketua Umum Partai Golkar ini menjelaskan terdapat dua kebijakan terkait beras, pertama  impor 500 ribu ton untuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan 500 ribu ton sesuai dengan kebutuhan Perum Bulog. Kedua, penyerapan gabah oleh Perum Bulog. Ditargetkan sebanyak 900 ribu tom beras dari petani bisa terserap saat panen raya Maret hingga Mei 2021. Selain itu juga 500 ribu ton pada Juni hingga September 2021.

Airlangga menambahkan, selain beras 
pemerintah juga melakukan impor daging dan gula. Tujuannya sama, demi menjaga  ketersediaan kedua bahan pokok tersebut. Terutama menghadapi lebaran saat kedua komoditi itu benar-benar dibutuhkan masyarakat. 

Dalam rapat koordinasi terbatas (rakortas) pada 6 Januari 2021 lalu diputuskan beberapa langkah terkait daging dan gula. 
Pertama, impor 80 ribu ton daging kerbau India dan impor 20 ribu ton daging sapi Brasil. Kedua, penyerapan sapi siap potong di peternak. Ketiga, percepatan realisasi impor oleh pelaku usaha. 

Airlangga menuturkan untuk penyediaan gula diputuskan meliputi impor untuk konsumsi dalam bentuk raw sugar dan untuk industri  impor gula kristal rafinasi (GKR). 

Keputusan ini seolah menjadi ironi. Pasalnya pada saat yang hampir bersamaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat membenci produk impor sekaligus mencintai produk dalam negeri. Saat membuka Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2021, Kamis 4 Maret 2021 Jokowi berharap masyarakat menjadi konsumen yang loyal kepada produk dalam negeri. Hal itu diharapkan mampu meningkatkan penjualan aneka produk lokal. 

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga memerintahkan Kementerian Perdagangan mengatur agar produk lokal dijual di lokasi-lokasi strategis. Sebaliknya produk impor diminta dipindah kelokasi yang tidak strategis. Jokowi minta mal atau pusat perbelanjaan diisi produk lokal, terutama usaha mikor, kecil dan menengah (UMKM). 

Minta rakyat benci produk luar tapi kran impor dibuka terus, aneh! 

Tetaplah kritis membaca berita!  

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI