Kekeringan di Cilacap Makin Meluas
berita
Sumber Foto : BPDB Cilacap
01 July 2019 15:10
Watyutink.com - Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten Cilacap, Tri Komara Sidhy, kekeringan yang melanda Kabupaten Cilacap semakin meluas. Berdasarkan hasil laporan yang didapat sampai hari Minggu 30 Juni 2019, wilayah yang mengalami kekeringan mencapai 17 desa yang tersebar di 7 kecamatan di wilayah Kabupaten Cilacap. Sebanyak 7.123 Keluarga atau 21.660 jiwa kini mengalami krisis air bersih.

Tri Komara Sidhy mengatakan, bahwa sampai tanggal 30 Juni 2019 pihaknya telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 36 tangki masing-masing 5 ribu liter ke desa-desa yang membutuhkan. Di samping itu pihaknya juga telah mengajukan surat permohonan bantuan untuk mencukupi air bersih bagi daerah-daerah yang mengalami kekeringan. Tahun 2019 Kabupaten Cilacap hanya menerima bantuan 110 tangki air bersih. 

Selain itu untuk mengatasi kekurangan air bersih, pihaknya akan bekerjasama dengan dunia usaha, instansi maupun organisasi untuk menyalurkan bantuan air bersih, kata Tri Komara lagi. Hal ini didasari kekhawatiranya terkait bantuan air bersih dari pemerintah yang tidak mampu mencukupi kebutuhan air bersih di Kabupaten Cilacap, di mana terdapat 65 desa di 15  kecamatan yang rawan kekeringan dan krisis air.

Kekeringan tidak hanya melanda Kabupaten Cilacap, melainkan hingga Kabupaten Banyumas dan Banjarnegara. Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap Jawa tengah Rendi Krisnawan, mengatakan, bahwa musim kemarau telah melanda sebagian wilayah Jawa Tengah. Musim kemarau sudah mulai sejak bulan Mei, dan diperkirakan mencapai puncaknya pada bulan September mendatang.

Negara perairan kok sampai kekurangan air, apa yang salah?

Tetaplah kritis membaca berita!

(zaki)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Zaman Zaini, Dr., M.Si.

Dosen pascasarjana Institut STIAMI, Direktur Sosial Ilmu Politik CPPS (Center for Public Policy Studies), Staf Khusus Bupati MURATARA Sumsel

YB. Suhartoko, Dr., SE., ME

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan Unika Atma Jaya Jakarta

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Pemerintah Daerah Harus Berada di Garda Terdepan             Tegakkan Aturan Jarak Pendirian Ritel Modern dengan Usaha Kecil Rakyat             Konsep Sudah Benar, Implementasinya Gagal             Tugas Terbesar Negara, Mencerdaskan Bangsa!             Indonesia Butuh Terobosan-terobosan Progresif Bidang SDM             Penekanan pada Memobilisasi Kapasitas Modal Manusia Lokal Secara Otentik             Meritokrasi vs Kabilisme             Kendalikan Harga Pangan untuk Menekan Inflasi             Utang Semakin Besar, Kemampuan Membiayai Pembangunan Berkurang             Perhatikan Belanja Non K/L yang Semakin Membesar