Kementerian BUMN Bantah Kereta Cepat Tidak Bisa Balik Modal
berita
Sumber Foto : kcic.co.id
19 October 2021 08:00
Watyutink.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membantah anggapan  Kereta Cepat Jakarta-Bandung tidak akan bisa mendapat keuntungan. Pendapat itu disampaikan pengamat ekonomi Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri. Jangankan mendapat untung, untuk balik modal saka menurut Faisal tidak akan bisa.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menegaskan pernyataan yang disampaikan Faisal salah total. Arya menyebut, jika anggapan Faisal benar, tidak mungkin ada investor yang mau masuk dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Saat berbicara kepada awak media, Sabtu 16 Oktober 2021, Arya menyayangkan pernyataan yang disampaikan Faisal. Menurutnya pernyataan itu sangat konyol dan hanya bersifat subjektif belaka.

Politisi Partai Perindo ini menilai Faisal tidak menggunakan angka dan analisa. Sehingga pernyataan yang muncul pun menjadi kesalahan besar. Arya mengatakan, pihaknya akan mengetahui pembengkakan pada proyek tersebut setelah dilakukan audit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Arya menambahkan, investasi di bidang infrastruktur memang diperuntukkan dalam jangka panjang. Di seluruh dunia, railway investasi di proyek kereta api, sepeti kereta cepat, MRT dan sebagainya pasti jangka panjang, tidak ada yang jangka pendek. Sehingga menurut Arya proyek tersebut akan bisa kembali balik modal.

Sebelumnya, pengamat ekonomi Faisal Basri menyatakan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah banyak membuang anggaran untuk sejumlah proyek infrastruktur. Faisal menyebut sejumlah proyek tersebut akhirnya hanya mubazir. Hal itu disampaikan Faisal saat mengikuti sebuah dialog virtual, Rabu, 13 Oktober 2021.

Faisal mencontohkan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang menurutnya sudah tidak karu-karuan. Tadinya proyek yang dibagun bersama perusahaan asal China itu menggunakan skema business to business atau B to B tanpa sokongan dana pemerintah.

Namun belakangan, Jokowi merestui proyek prestisius itu memakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal itu setelah Jokowi meneken Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 93 Tahun 2021 pada Rabu 6 Oktober 2021.

Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) mengaku pesimis Kereta Cepat Jakarta-Bandung bakal mendapat untung. Bahkan untuk balik modal pun menurut Faisal sampai kiamat tidak bakal tercapai. Padahal diperkirakan tarif menggunakan kereta tersebut bakal mahal, bisa mencapai Rp400 ribu sekali jalan.

Yang sudah pasti sih anggaran proyeknya membengkak berlipat-lipat.

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF