Laptop 'Merah Putih' Dihargai Pemerintah Rp10 Juta, Warganet Sebut Terlalu Mahal
berita

30 July 2021 16:10
Watyutink.com - Rencana pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menggulirkan program pengadaan laptop untuk sekolah menuai sorotan berbagai pihak. Pasalnya laptop 'Merah Putih' itu harganya dirasa terlalu mahal jika dibandingkan dengan dana yang dialokasikan Kemendikbudristek.

Informasi yang beredar menyebutkan, laptop buatan produsen komputer dalam negeri, Zyrex itu mempunyai spesifikasi prosesor core: 2, monitor 11 inci, memori standar terpasang 4 GB DDR4, hard drive: 32 GB, sistem operasi Chrome OS, dan lain-lain. Hal itu merujuk spesifikasi minimum laptop yang tercantum dalam Peraturan Mendikbud RI 5/2021 yang ditandatangani oleh Mendikbudristek Nadiem Makarim.

Dalam program laptop untuk pelajar, Nadiem mengalokasikan dana Rp2,4 triliun untuk pengadaan 240 ribu laptop. Sehingga jika dihitung secata rata-rata satu unit laptop atau komputer jinjing 'Merah Putih' berharga sekitar Rp10 juta.

Harga inilah yang dirasa terlalu mahal jika melihat spesifikasi yang ditawarkan. Komika Ardit Erwandha dalam akun twitternya @ArditErwandha, Kamis 29 Juli 2021 mengatakan jika hanya mendapat HDD 32GB, mendingan pasang flashdisk saja. Menurutnya smartphone android dengan 64 gigabyte (GB) saja hanya seharga Rp1,8 juta. Masak laptop dengan harga Rp10 juta hanya dapat memory 32GB.

Komika yang juga praktisi Information Technology (IT) Sammy Notaslimboy melalui akun twitternya @NOTASLIMBOY, Kamis 29 Juli 2021 menuliskan, "Buyset lihat speknya meringis. HDD 32 GB, Processor Core 2. Chrome OS. 10jt?”

Pemilik akun @Ibnux menyebut dengan harga Rp10 juta bisa mendapat laptop Asus i5 dengan spesifikasi jauh lebih baik. Bahkan sudah mendapat lisensi Windows. Sedangkan laptop sejenis dengan 'Merah Putih' dipasaran harganya sekitar Rp5,9 juta.

Sementara itu Kepala Biro (Karo) Perencanaan Kemendikbudristek, M Samsuri dalam keterangannya, Kamis 29 Juli 2021 mengatakan Rp10 juta merupakan harga paket teknologi informasi komunikasi (TIK). Artinya bukan hanya laptop saja melainkan berikut perangkat pendukungnya.

Samsuri menjelaskam di tahun 2021 akan ada 242.565 paket TIK dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik untuk 15.656 sekolah. Peralatan TIK tersebut meliputi laptop, router, connector, printer dan scanner. Pengadaan peralatan TIK tersebut diambil dari vendor dalam negeri yang memenuhi persyaratan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).

Penerima peralatan TIK mulai dari level SD, SMP, SMA, SMK, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Jumlah unit yang diterima berbeda bergantung usulan masing-masing sekolah.

Tapi kok harganya jomplang begitu sih pak, ada apa ini?

Tetaplah kritis membaca berita!

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF