Liga Inggris dan Kuis Siapa Berani Sebabkan Helmy Yahya Dipecat dari Jabatan Dirut TVRI
berita

18 January 2020 14:55
Watyutink.com – Ketua Dewan Pengawas (Dewas) Televisi Republik Indonesia (TVRI) Arief Hidayat Thamrin mengatakan keputusan pemecatan Helmy Yahya dari jabatan Direktur Utama (Dirut) Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI karena berbagai alasan. Saat memberikan keterangan pada Jumat (17/1/2020) di Gedung TVRI, Senayan, Jakarta, beberapa alasan yang dikemukakan Arief adalah Liga Inggris dan Kuis Siapa Berani.

Arief menjelaskan Dewas memutuskan pemecatan setelah menerima surat pembelaan Helmy. Menurutnya, Helmy tidak bisa menjelaskan berbagai hal yang selama ini dipersoalkan. Itulah sebabnya Dewas tidak bisa menerima pembelaan dan memutuskan mencopot Helmy dari jabatan Dirut TVRI.  

Arief menambahkan, tayangan Liga Inggris menjadi salah satu hal yang ditanyakan lantaran menyedot biaya siar yang cukup besar. Hemly dianggap tidak melaksanakan tertib administrasi anggaran. Selain itu Dewas menilai terdapat ketidaksesuaian antara pelaksanaan rebranding TVRI dengan Rencana Kerja Anggaran (RKA) tahunan LPP TVRI 2019 yang telah ditetapkan.

Helmy juga dinilai melakukan mutasi pejabat struktural tidak sesuai norma standar, prosedur, dan kriteria manajemen aparatur sipil negara (ASN). Dewas menurut Arief juga menyebut adik Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya itu melanggar beberapa Asas-asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB) cfm UU No 30 tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.

Selajutnya, Dewas menunjuk Direktur Teknik LPP TVRI Supriyono menjadi Plt Dirut menggantikan Helmy. Dewas juga menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan DPR terkait hal ini.

Mungkin anggota dewan pengawas tidak suka nonton sepak bola.

Tetaplah kritis membaca berita!

(cp)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

Krisis APBN Kian Mendekat

24 February 2020

Indonesia Bubar

21 February 2020

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Tauhid Ahmad

Executive Director INDEF

Agus Herta Sumarto

Peneliti INDEF

Deniey Adi Purwanto

Peneliti INDEF