LinkAja, Uang Elektronik Milik BUMN Resmi Diluncurkan
berita
LinkAja
01 July 2019 09:15
Watyutink.com – Wakil Presiden, Jusuf Kalla, meresmikan peluncuran LinkAja, layanan uang elektronik milik BUMN, di Gelora Bung Karno pada Minggu malam (30/6/2019). Selain itu hadir juga Menteri BUMN, Rini Soemarno, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, dan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dalam peluncuran layanan financial technology (fintech) LinkAja ini.

Sebenarnya LinkAja sudah dirilis sejak Maret 2019 yang lalu. Peluncuran awalnya direncanakan tanggal 13 April 2019, tapi beberapa kali diundurkan dan baru terlaksana tanggal 30 Juni 2019 ini.

LinkAja merupakan jasa pelayaan uang elektronik milik Badan Usaha Milik Negara di bawah bendera PT Fintek Karya Nusantara, di mana sahamnya antara laini dimiliki oleh Telkomsel, Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, Pertamina dan Dana Reksadana. Layanan fintech ini adalah hasil migrasi dari layanan T-Cash milik Telkomsel, Mandiri e-cash (Bank Mandiri), UnikQu (Bank BNI), T-Money (Telkom) dan T-Bank milik BRI. Sedangkan aplikasi LinkAja  berasal dari aplikasi T-Cash milik Telkomsel.

Direncanakan LinkAja ke depan dapat digunakan untuk transaksi tarik tunai. Ini sangat membantu masyarakat yang tidak memiliki rekening bank di seluruh daerah, tapi memiliki LinkAja, karena jaringannya sudah terhubung dengan jaringan ATM di seluruh Indonesia. Selain itu LinkAja bisa juga dipakai di luar negeri.

Wah, Gopay dan OVO mendapat pesaing berat nih!

Tetaplah kritis membaca berita!

(kan)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Zaman Zaini, Dr., M.Si.

Dosen pascasarjana Institut STIAMI, Direktur Sosial Ilmu Politik CPPS (Center for Public Policy Studies), Staf Khusus Bupati MURATARA Sumsel

YB. Suhartoko, Dr., SE., ME

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan Unika Atma Jaya Jakarta

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Pemerintah Daerah Harus Berada di Garda Terdepan             Tegakkan Aturan Jarak Pendirian Ritel Modern dengan Usaha Kecil Rakyat             Konsep Sudah Benar, Implementasinya Gagal             Tugas Terbesar Negara, Mencerdaskan Bangsa!             Indonesia Butuh Terobosan-terobosan Progresif Bidang SDM             Penekanan pada Memobilisasi Kapasitas Modal Manusia Lokal Secara Otentik             Meritokrasi vs Kabilisme             Kendalikan Harga Pangan untuk Menekan Inflasi             Utang Semakin Besar, Kemampuan Membiayai Pembangunan Berkurang             Perhatikan Belanja Non K/L yang Semakin Membesar