Luhut Sebut Raksasa Asuransi China Siap Bantu BPJS Kesehatan
berita
Sumber Foto : bisnis.tempo.co
24 August 2019 13:30
Watyutink.com – Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan perusahaan asuransi asal China, Ping An Insurance berminat membatu permasalahan yang kini mendera Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Luhut menyakini Ping An Insurance mampu memperbaiki sistem Teknologi dan Informasi (IT) BPJS Kesehatan.

Saat berbicara di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jumat (23/8/2019), Luhut menyebut kelemahan sistem BPJS Kesehatan terlihat dari ketidak patuhan peserta membayar iuran program Jaminan Kesehatan Nasinal (JKN). Itulah sebabnya diperlukan bantuan pihak lain guna memperbaiki sistem tersebut.

Ping An Insurance adalah perusahaan asuransi terbesar di China dengan kapitalisasi pasar mencapai 180 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 2.520 triliun. Perusahaan ini juga dikenal sebagai pelopor penggunaan teknologi dalam pelayanan asuransi.

Luhut menjelaskan, dirinya telah bertemu dengan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris. Menurut Luhut, Fachmi menjelaskan salah satu permasalahan yang dihadapi pihaknya adalah kolektabilitas iuran. Itulah sebabnya Fachmi meminta pemerintah mendorong peserta patuh dalam membayar iuran, salah satunya melalui tindakan hukum. Fachmi menyebut kepatuhan membayar iuran menjadi syarat masyarakat memperoleh layanan publik.

Fachmi menurut Luhut, mencontohkan, saat masyarakat ingin membuat paspor maka Ditjen Imigrasi bisa menolak permohonan pembuatan paspor jika pemohon tidak patuh membayar iuran BPJS Kesehatan. Hal yang sama dengan pengajuan yang lain, seperti SIM dan sebagainya. Jika perbaikan kolektibilitas tercapai, Fachmi yakin arus kas BPJS Kesehatan akan membaik dan layanan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal.

Lagi-lagi perusahaan asal China. Lama-lama semua hal di Indonesia bakal terkait dengan China.

Tetaplah kritis membaca berita!

(cp)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Robin, S.Pi., M.Si.

Dosen Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Kandidat Doktor IPB, Tenaga Ahli Komisi IV DPR-RI

FOLLOW US

Revisi UU KPK, Ancaman Terhadap Demokratisasi oleh Oligarki Predatoris             Presiden sedang Menggali Kuburnya Sendiri             Duet Tango DPR & KPK             Utamakan Tafsir Moral ketimbang Tafsir Hukum dan Ekonomi             Langkah Menkeu Sudah Benar dan Fokuskan pada SKM 1             Industri Rokok Harus Tumbuh atau Dibiarkan Melandai             Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik